gabungan edys

Download gabungan edys

Post on 24-Apr-2015

49 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Sebagai mahasiswa farmasi, sudah seharusnya kita mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan obat, baik dari segi farmasetik, farmakodinamik, farmakokinetik, dan juga dari segi farmakologi dan toksikologinya. Dimana, dalam ilmu farmokologi dan toksikologi ini mempelajari tentang obat-obat sistem saraf pusat, obat-obat sistem saraf otonom antagonisnya, obat-obat antimikroba, hormon dan antagonis, obat-obat yang mempengaruhi darah (kardiovaskular), diuretik dan sebagainya (Malole, 1989). Obat-obat kardiovaskuler adalah obat-obat yang secara langsung dapat memulihkan fungsi otot jantung dan pembuluh darah yang terganggu ke keadaan normal. Sedangkan diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukkan urin, istilah diuresis mempunyai dua pengertian. Pertama menunjukkan adanya penambahan volume urin yang diproduksi, dan yang kedua menunjukkan jumlah penegeluaran zat-zat terlarut dan air. Fungsi utama obat diuretik adalah untuk memobilisasi cairan udema, yang berarti mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga volume cairan ekstrasel kembali menjadi normal. Pada percobaan kali ini adalah mengenai obat-obat yang berhubungan dengan diuretik. Dimana, salah satu obat yang digunakan untuk menurunkan salah satu penyakit yang berkaitan dengan kardiovaskular seperti hipertensi adalah obat diuretik. Diuretik itu sendiri adalah obat yang mempunyai titik tangkap kerja pada ginjal untuk meningkatkan produksi kemih. Oleh karena

1

itu, dilakukan percobaan ini untuk mengetahui beberapa obat yang merupakan golongan obat hipertensi termasuk diuretika yang diberikan pada hewan coba Mencit (Mus musculus). I.2 Maksud dan Tujuan Percobaan I.2.1 Maksud percobaan Untuk mengetahui dan memahami efek diuresis yang ditimbulkan dari obat diuretik. I.2.2 Tujuan Percobaan Untuk mengamati efek diuresis dari furosemid dan spironolakton terhadap hewan coba mencit (Mus musculus).

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Teori umum A. Kardiovaskuler Anatomi Jantung Otot jantung bergaris lintang, sama seperti otot rangka, otot jantung mempunyai miofibril khas yang mengandung filamen aktin dan miosin yang hampir identik dengan filamen aktin dan miosin yang terdapat pada otot rangka. Tempat sel-sel otot jantung sangat kuat berikatan sehingga bila satu sel-selnya terangsang, potensial aksi menyebar kesemua sel dan menyebar keseluruh kisi-kisi yang saling berhubungan. Jantung berukuran sebesar kepalan tangan pemiliknya dan terletak dirongga thorax (dada). (Setiadi, 2007). Denyut Jantung dan Aktivitas Denyut Jantung Bagian-bagian jantung secara normal berdenyut dengan urutan teratur. Kontraksi atrium (sistolik atrium) diikuti oleh kontraksi ventrikel (sistolik ventrikel), dan selama diastolik semua empat rongga jantung dalam keadaan relaksasi. Denyut jantung berasal dari sistem penghantaran jantung yang khusus dan menyebar melalui sistem ini ke semua bagian miokardium. Struktur yang membentuk sistem penghantar adalah simpul sinoatrial (simpul SA), lintasan antar simpul di atrium, simpul atrioventrikular ( simpul AV). Berbagai bagian sistem penghantaran, dan pada keeadaan abnormal, bagianbagian miokardium mampu mengeluarkan listrik spontan. Meskipun

3

demikian, simpul SA secara normal mengeluarkan listrik paling cepat, depolarisasi menyebar dari sini ke bagian lain sebelum mengeluarkan listrik secara spontan. Karena itu simpul SA merupakan pacu jantung normal, kecepatannya mengeluarkan listrik menentukan frekuensi denyut jantung. Impuls yang dibentuk dalam simpul SA berjalan melalui lintasan atrium ke simpul AV, melalui simpul ini sampai ke otot ventrikel. (Ganong, F., William, 2001). Blok Jantung Kadang-kadang penghantaran impuls melalui jantung dihambat pada suatu tempet kritis dalam sistem hhantaran. Salah satu tempat tersering adalah diantara atrium dan ventrikel, keadaan ini disebut blok atrioventrikular. Hal ini dapat diakibatkan oleh kerusakan atau depresi terbatas dari serabut junctional AV atau berkas AV. Sebabsebabnya meliputi berbagai prosesinfeksi, perangsangan nervus vagus yang berlebihan (yang menekan konduktivitas serabut junctional), Kerusakan terbatas berkas AV olehh plak arteriosklerotik, atau penekanan yang disebabkan oleh berbagai macam obat-obatan. ( Guyton, 2011). Hipertensi Tekanan darah sistol (angka atas) adalah titik puncak yang tercapai ketika jantung berkontraksi dan menumpahkan darah keluar arteri, sedangkan tekanan darah diastol (angka bawah) diambil ketika tekanan jatuh ketitik terendah saat jantung rileks dan mengisi darah kembali. (Anonim, 2011).

4

Hipertensi didefenisikan dengan meningkatnaya tekanan darah arteri yang persisten. Penderita dengan Tekanan Darah Diastolik (TDD) kurang dari 90 mmHg dan Tekanan Darah Sistolik (TDS) lebih besar sama dengan 140 mmHg mengalami hipertensi sistolik terisolasi. Krisis hipertensi ( tekanan darah diatas 180/120 mmHg) dapat dikategorikan sebagai hipertensi darurat (meningkatnya tekanan darah akut atau disertai kerusakan organ) atau hipertensi gawat (beberapa tekanan darah meningkat tidak akut) (Sukandar, Yulinah, Elin, dkk, 2009). Tabel II. 1. Klsifikasi Tekanan Darah Orang Dewasa klasifikasi Normal Prehipertensi Tahap 1 hipertensi Tahap 2 hipertensi B. Diuretika Diuretika adalah senyawa yang dapat menyebabkan ekskresi urin yang lebih banyak. Jika pada peningkatan ekskresi garam-garam, maka diuretika ini dinamakan saluretika atau natriuretika (diuretika dalam arti sempit) ( Mutschler, 1991). Diuretik sangat berguna untuk mengatasi edema yang disebabkan penyakit jantung, sirosis hati dan penyakit ginjal tertentu. Tetapi dibalik keuntungan pemberian diuretik, harus diingat bahwa pengeluaran sejumlah besar cairan tubuh yang diikuti keluarnya garam-garam tubuh, dapat Sistolik (mmHg)