radiolog impaksi

Click here to load reader

Post on 02-Jan-2016

165 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 LATAR BELAKANG

    Gigi Impaksi adalah gigi yang gagal erupsi secara utuh pada posisi yang

    seharusnya. Hal ini dapat terjadi karena tidak tersedianya ruangan yang cukup pada

    rahang untuk tumbuhnya gigi dan angulasi yang tidak benar dari gigi tersebut.1

    Insiden impaksi yang paling sering terjadi adalah pada gigi molar tiga. Hal

    tersebut karena gigi molar ketiga adalah gigi yang terakhir tumbuh, sehingga sering

    mengalami impaksi karena tidak ada atau kurangnya ruang yang memadai.1 Hal

    itulah yang melatarbelakangi penelitian ini, yaitu seringnya molar ketiga mengalami

    impaksi. Menurut Chu dkk yang dikutip oleh Alamsyah daan Situmorang 28.3% dari

    7468 pasien mengalami impaksi, dan gigi molar ketiga mandibula yang paling sering

    mengalami impaksi (82.5%).1

    Menurut Goldberg yang dikutip oleh Tridjaja bahwa pada 3000 rontgen foto

    yang dibuat pada tahun 1950 dari penderita usia 20 tahun, 17% diantaranya

    mempunyai paling sedikit satu gigi impaksi. Sedang hasil foto panoramik dari 5600

    penderita usia antara 17-24 tahun yang dibuat tahun 1971, 65.6% mempunyai paling

    sedikit satu gigi impaksi.

  • 2

    Keluhan penderita bervariasi dari yang paling ringan misalnya hanya terselip

    sisa makanan sampai yang terberat yaitu rasa sakit yang hebat disertai dengan

    pembengkakan dan pus.2

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan klasifikasi impaksi

    gigi molar ketiga rahang bawah pada pasien dengan kasus impaksi di Rumah Sakit

    Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Kandea . Penelitian ini dilakukan di RSGMP

    bagian Ilmu Bedah Mulut Kandea karena di tempat tersebut khusus menangani kasus

    yang terjadi pada gigi dan rongga mulut, sehingga akan banyak ditemukan kasus-

    kasus impaksi dan akan memudahkan penelitian.

    Berdasarkan klasifikasinya dapat diambil simpulan bahwa klasifikasi gigi

    impaksi dapat ditentukan dengan menggunakan foto radiografi, begitupun dalam

    penelitian ini penentuan klasifikasi tersebut dilihat berdasarkan foto radiografi dari

    pasien yang mengalami impaksi tersebut.

    Adapun pada penelitian ini klasifikasi yang akan dilihat yaitu klasifikasi :3

    A. Berdasarkan relasai molar tiga bawah dengan ramus mandibula dan molar

    dua bawah

    1. Klas I

    2. Klas II

    3. Klas III

  • 3

    B. Berdasarkan dalamnya molar tiga bawah impaksi di dalam rahang

    1. Posisi A

    2. Posisi B

    3. Posisi C

    C. Hubungan radiografis terhadap molar kedua

    a. Mesioangular

    b. Distoangular

    c. Vertical

    d. Horizontal

    Gigi molar ketiga rahang bawah tumbuh pada usia 18-24 tahun dan merupakan

    gigi yang terakhir tumbuh, hal itulah yang menyebabkan sering terjadinya impaksi

    pada gigi tersebut. Menurut beberapa ahli, frekuensi impaksi gigi molar ketiga

    maksila adalah yang terbanyak dibandingkan dengan molar ketiga mandibula.

    Kenyataannya di Indonesia berbeda, impaksi gigi molar ketiga mandibula ternyata

    frekuensinya lebih banyak dari pada gigi molar ketiga maksila. Dampak dari adanya

    gigi impaksi molar ketiga rahang bawah adalah gangguan rasa sakit. Keluhan sakit

    juga dapat timbul oleh karena adanya karies pada gigi molar tiga rahang bawah dan

    kemungkinan dapat disebabkan oleh adanya karies pada gigi molar ketiga rahang

    bawah.1,4,5

    Apabila impaksi gigi molar ketiga rahang bawah hanya terlihat sebagian maka

    akan memudahkan makanan terperangkap di dalamnya, sehingga pasien akan

    mengalami kesulitan untuk membersihkannya. Efek selanjutnya adalah rasa tidak

    enak, mulut berbau, gigi gampang terserang karies.5 Adanya komplikasi yang

  • 4

    diakibatkan gigi impaksi maka perlu dilakukan tindakan pencabutan. Pencabutan

    dianjurkan jika ditemukan akibat yang merusak atau kemungkinan terjadinya

    kerusakan pada struktur sekitarnya dan jika gigi benar-benar tidak berfungsi.6

    Mengingat banyaknya insiden, masalah dan keluhan yang ditimbulkan oleh

    impaksi gigi molar tiga mandibula ini, maka dirasakan perlu untuk meneliti

    prevalensi impaksi gigi molar tiga mandibula.1

    1.2 RUMUSAN MASALAH

    Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu posisi impaksi apa yang paling

    banyak terjadi di RSGMP Kandea sesuai dengan klasifikasinya.

    1.3 TUJUAN PENELITIAN

    Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui dan

    menganalisis prevalensi Impaksi molar ketiga rahang bawah yang banyak terjadi di

    RSGMP Kandea berdasarkan klasifikasinya.

  • 5

    1.4 MANFAAT PENELITIAN

    Adapun manfaat dari peneltian ini adalah sebagai berikut :

    1. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai klasifikasi impaksi

    molar tiga rahang bawah utamanya bagi penulis sendiri.

    2. Mendapatkan informasi mengenai klasifikasi gigi impaksi molar ketiga

    rahang bawah yang banyak terjadi.

    3. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan

    pengetahuan baik bagi masyarakat dan terutama bagi mahasiswa kedokteran

    gigi sendiri serta menambah khasanah ilmu pengetahuan itu sendiri.

  • BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 DEFINISI IMPAKSI

    Gigi impaksi adalah gigi yang sebagian atau seluruhnya tidak erupsi dan

    posisinya berlawanan dengan gigi lainya, jalan erupsi normalnya terhalang oleh

    tulang dan jaringan lunak, terblokir oleh gigi tetangganya, atau dapat juga oleh

    karena adanya jaringan patologis. Impaksi dapat diperkirakan secara klinis bila gigi

    antagonisnya sudah erupsi dan hampir dapat dipastikan bila gigi yang terletak pada

    sisi yang lain sudah erupsi.7

    Gigi impaksi adalah gigi yang gagal erupsi secara utuh pada posisi yang

    seharusnya. Hal ini dapat terjadi karena ketidaktersediaan ruangan yang cukup pada

    rahang untuk tumbuhnya gigi dan angulasi yang tidak benar dari gigi tersebut.1

    Secara umum impaksi adalah keadaan jika suatu gigi terhalang erupsi untuk

    mencapai kedudukan yang normal. Impaksi gigi dapat berupa gigi yang tumbuhnya

    terhalang sebagian atau seluruhnya oleh gigi tetangga, tulang atau jaringan lunak

    sekitarnya.4

  • 7

    2.2 ETIOLOGI

    Etiologi dari gigi impaksi bermacam-macam diantaranya kekurangan ruang,

    kista, gigi supernumerer, retensi gigi sulung, infeksi, trauma, anomali dan kondisi

    sistemik.8 Faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya impaksi gigi adalah

    ukuran gigi. Sedangkan faktor yang paling erat hubungannya dengan ukuran gigi

    adalah bentuk gigi. Bentuk gigi ditentukan pada saat konsepsi. Satu hal yang perlu

    diperhatikan dan perlu diingat bahwa gigi permanen sejak erupsi tetap tidak

    berubah.4

    Pada umumnya gigi susu mempunyai besar dan bentuk yang sesuai serta

    letaknya terletak pada maksila dan mandibula. Tetapi pada saat gigi susu tanggal

    tidak terjadi celah antar gigi, maka diperkirakan akan tidak cukup ruang bagi gigi

    permanen penggantinya sehingga bisa terjadi gigi berjejal dan hal ini merupakan

    salah satu penyebab terjadinya impaksi.4

    Penyebab meningkatnya impaksi gigi geraham rahang bawah disebabkan oleh

    karena faktor kekurangan ruang untuk erupsi. Hal ini dapat dijelaskan antara lain

    jenis makanan yang dikonsumsi umumnya bersifat lunak, sehingga untuk mencerna

    tidak memerlukan kerja yang kuat dari otot-otot pengunyah, khususnya rahang

    bawah menjadi kurang berkembang.5

    Istilah impaksi biasanya diartikan untuk gigi yang erupsi oleh sesuatu sebab

    terhalang, sehingga gigi tersebut tidak keluar dengan sempurna mencapai oklusi yang

    normal di dalam deretan susunan gigi geligi. Hambatan halangan ini biasanya berupa

    hambatan dari sekitar gigi atau hambatan dari gigi itu sendiri.9

  • 8

    Hambatan dari sekitar gigi dapat terjadi karena :9

    1. Tulang yang tebal serta padat

    2. Tempat untuk gigi tersebut kurang

    3. Gigi tetangga menghalangi erupsi gigi tersebut

    4. Adanya gigi desidui yang persistensi

    5. Jaringan lunak yang menutupi gigi tersebut kenyal atau liat

    Hambatan dari gigi itu sendiri dapat terjadi oleh karena :

    1. Letak benih abnormal, horizontal, vertikal, distal dan lain-lain.

    2. Daya erupsi gigi tersebut kurang.

    2.2.1 Berdasarkan Teori Filogenik

    Berdasarkan teori filogenik, gigi impaksi terjadi karena proses evolusi

    mengecilnya ukuran rahang sebagai akibat dari perubahan perilaku dan pola

    makan pada manusia. Beberapa faktor yang diduga juga menyebabkan impaksi

    antara lain perubahan patologis gigi, kista, hiperplasi jaringan atau infeksi lokal.6

    Ada suatu teori yang menyatakan berdasarkan evolusi manusia dari zaman

    dahulu sampai sekarang bahwa manusia itu makin lama makin kecil dan ini

    menimbulkan teori bahwa rahang itu makin lama makin kecil, sehingga tidak

    dapat menerima semua gigi yang ada. Tetapi teori ini tidak dapat diterima, karena

    tidak dapat menerangkan bagaimana halnya bila tempat untuk gigi tersebut

    cukup, tetapi gigi tersebut tidak dapat tumbuh secara normal misalnya letak gen

    abnormal dan mengapa ada bangsa yang sama sekali tidak mempunyai gigi

  • 9

    terpendam misalnya Bangsa Eskimo, Bangsa Indian, Bangsa Maori dan

    sebagainya.9

    Kemudian seorang ahli yang bernama Nodine, mengatakan bahwa sivilisasi

    mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan rahang. Makin maju suatu bangsa

    maka stimulan untuk pertumbuhan rahangnya makin berkurang. Kemajuan