airway managemen

Download Airway Managemen

Post on 01-Feb-2016

17 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Anestesi

TRANSCRIPT

  • MANAJEMEN JALAN NAFAS Tugas Baca dari Buku Millers Anesthesia, Six Edition, Volume 2, Anesthesia Tehniques, Chapter 42, Airway Management, Thomas J. Gal, 2005GEDE

  • JALAN NAFAS ATASHIDUNGFARINGLARINGTRAKEAPROTEKSI JALAN NAFASREFLEK PENUTUPAN GLOTIS ( SPASME LARNG)BATUK

  • EVALUASI JALAN NAFASRIWAYAT:Catatan diffcult airway / intubationSindrom Konginetal ( tabel 42-2)Penyakit pada jalan nafas ( tabel 42-3)

  • Sindrom Konginetal

  • PEMERIKSAAN FISIK :Obesitas, kollar servikal, alat traksi, trauma eksternal.Hidung : patensiGigi : gigi palsu, goyang, ompong.MallampatiJarak thyromentalLuas ruang mandibulaPergerakan leher PEMERIKSAAN PENUNJANG

  • Ilustrasi buka mulut.

  • DIAGRAMPOSISI KEPALA

  • ALAT VENTILASI DAN TEHNIKMASKOPA dan NPALMACOMBITUBETUBE ENDOTRAKEA

  • TEHNIK MEMEGANG MASK DENGAN SATU TANGAN

  • MEMEGANG SUNGKUP DENGAN DUA TANGAN

  • Gbr. Jalan nafas Normal - Obstruksi

  • OPA dan NPA

  • Gb. LMA dan Ukuran

  • Pemasangan LMA

  • ILMA

  • ProSeal LMA

  • Pemasangan CombitubeAA

  • INTUBASI ENDOTRAKEAINDIKASI:Proteksi jalan nafasMenjaga patensi jalan nafasPulmonary toiletMemberi PEEPMenjaga oksigenasi yang adekuat

  • Tube EndotrakeaFlex-tip tubeArmored tubeStandar MLT

  • Ukuran Tube

  • RAE ET

  • Blade LaringoskopJackson WisconsinMillerMacintosh

  • THE POPITZ SNIFFING POSITIONPLEKSI SERVIKALEKTENSIATLANTOOCCIPITAL

  • Posisi ujung blade laringoskopMacintoshJackson- WisconsinMiller

  • Diagram posisi tube Endotrakea

  • Skema Epiglotis

  • Faktor resiko aspirasi

  • INTUBASI GAGALINTUBASI PERTAMA GAGAL

    VENTILASI DITERUSKAN- POSISI KEPALA- TEHNIK, BURP MANUVER- MENUKAR BLADE- MINTA TOLONG

    INTUBASI KE DUA

  • Grade kesulitan laringoskopi

  • ALGORITME

  • ALGORIME ASA

  • KAPAN VENTILASI DAN INTUBASI TIDAK MUNGKINTIDAK DAPAT DIVENTILASI: - Dipegang dengan 2 tangan- OPA atau NPA- Pendorongan mandibula komplit- Bag ventilasi oleh asistenTIDAK DAPAT DI INTUBASI:- Dilakukan oleh yang berpengalaman 3 thn- Posisi optimal- Manipulasi eksternal- Menukar tipe blide tiap kali

  • Algoritme LMALMA as an airway (ventilatory device)LMA as an intubation (fiberoptic conduit) choiceLMA as an intubation (fiberoptic conduit) choiceLMA as an intubation (fiberoptic conduit) choiceLMA as an airway (ventilatory device)

  • MEMBRAN KRIKOID

  • Transtracheal Jet Ventilation

  • Peralatan

  • INTUBASI SADARINDIKASI:- Pertimbangan klinisi jalan teraman - Riwayat intubasi sulit- Pemeriksaan fisik - Resiko tinggi aspirasi- Hemodinamik tidak stabilAlasan harus dijelaskan kpd pasien dan dicatat pada catatan medis pertimbangan demi keamanan

  • OBAT UNTUK INTUBASI SADARSEDASIFENTANIL : SEDASI SEDANG , ANALGESI, MENGURANGI REAKTIVITAS JALAN NAFASDOSIS 25-500 g, ONSET PUNCAK SEKITAR 5 MENIT dan MUDAH DIANTAGONIS DGN NALOXONE

    DROPERIDOL:SEDASI TANPA DEPRESI NAFAS, OBAT TAMBAHAN ,DOSIS 1,25-5 MG IV

    MIDAZOLAM : DOSIS KECIL O,5 MG, DAPAT MENINGKATKAN DEPRESI NAFAS

    DIPHENHIDRAMIN : PASIEN TUA DAN LEMAH, DOSIS 12,5 MG SBG SUPLEMEN SEDASI MENDEPRESI NAFAS DAN MENTAL

  • ANTIKOLINERGIK

    GLIKOPIROLAT- PEROKOK- POSISI OPERASI SHG SUCTION SULIT- SEKRESI MENGHILANGKAN PERLENGKETAN PLESTER- PREDISPOSISI TUBE BERGESER- DOSIS 0,2 MG IV- DOSIS 0,4 1 MG IV SBG ANTISIPASI SPASME BRONKUSANESTESI TOPIKAL- VASOKONTRIKSI, MENGURANGI PERDARAHAN - KOKAIN 4% DOSIS MAK 1,5 MG/KG- KOMBINASI PENILEPRIN 0,25-1% DG LIDOKAIN 4% SBG TETES HIDUNG- LIDOKAIN 10% SPRAY- NEBULISER LIDOKAIN 4% 5 ML

  • BLOK SARAF

    BLOK NERVUS LARINGEAL SUPERIORPENDEKATAN EKSTERNAL , PENYUNTIKAN LIDOKAIN 1%, 2-3 ML, JARUM 23 G ANTARA KORNU BESAR TULANG HYOID DAN KARTILAGO TIROIDLIDOCAIN-SOAKED GAUZE PADS DGN FORCEP KRAUSE PD FOSSA PIRIFORMIS LIDOKAIN 10% SPRAY DGN FLEXIBLE LARINGOTRCHEAL MUCUSAL ATOMIZTION DEVICE

  • Blok saraf n. laringeal rekuren

  • Inervasi Laring

  • PEMILIHAN TEHNIK INTUBASI SADARTERGANTUNG :- KESUKAAN TUBE ORAL ATAU NASAL- PENGALAMAN - PERALATAN YANG TERSEDIAMACAM : - AWAKE ORAL INTUBATION DIRECT LARINGOSCOPY- AWAKE ORAL INTUBATION INDIRECT LARINGOSCOPY- BLIND ORAL INTUBATION- AWAKE NASAL INTUBATION

  • INTUBASI RETROGRADE- MENGGUNAKAN KAWAT ATAU KATETER CVP MELALUI MEMBRAN KRIKOID, LARING DIKELUARKAN MLL OROFARING.- KATETER 11. 0 FRENCH TEFLON DIMASUKAN KEDALAM KAWAT SAMPAI KE LARING - TUBE DIMASUKAN DENGAN TUNTUNAN KATETER

  • KOMPLIKASI INTUBASI

    - TRAUMA PADA GIGI, GUSI, BIBIR- SPASME LARING,SPASME BRONKUS- ASPIRASI- HIPOKSEMIA DAN HIPERKARBIA- HIPERTENSI, TAKIKARDIA, DISRITMIA- PADA ANAK DPT TERJADI BRADIKARDI- ISKEMIA JANTUNG, GAGAL JANTUNG- TIK MENINGKAT, HERNIASI BATANG OTAK

  • INTUBASI ESOFAGUSTRAUMA MEKANIS PD LARING, ESOFAGUS, LARING, TRAKEA, KORDA VOKALISINTUBASI ENDOBRONKIALEPISTAKSIS, NEKROSIS NASAL, SINUSITIS PD INTUBASI NASAL

  • EKTUBASIEKTUBASI DALAM

    - TERANESTESI- EFEK PELUMPUH OTOT HILANG- VENTILASI ADEKUAT- MENGURANGI EFEK SAMPING- OPA ATAU NPA DIPASANGKI : KESULITAN VENTILASI, INTUBASI, RESIKO ASPIRASI, PROSEDUR BEDAH.

  • EKTUBASI SADAR

    - EFEK PELUMPUH OTOT HILANG- VENTILASI ADEKUAT, BATUK- RESPON VERBAL- UPAYA MELAWAN - KONTRA INDIKASI INTUBASI DALAMTIDAK RESPON RANGSANG VERBAL, DEVIASI MATA, MENAHAN NAFAS MENUNJUKAN BELUM SIAP DIEKTUBASI

  • KOMPLIKASI EKTUBASISAKIT TENGGOROKAN SUARA SERAKOBSTRUKSI JALAN NAFAS KRN UDEMPARALISIS KORDA VOKALISSTENOSIS LARING ATAU TRAKEA

  • ANJURAN UMUMPREOKSIGENASIEVALUASI JALAN NAFASPENDEKATAN KEMUNGKINAN TIDAK DPT VENTILASI DAN INTUBASI, SIAP TTJVSIAP FACE MASK PADA PENGGUNAAN PELUMPUH OTOTTINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI