gizi pada lansia

Download Gizi Pada Lansia

Post on 02-Aug-2015

112 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Gizi pada LansiaSiti Aisah Prodi Keperawatan Fikkes Unimus

GIZI PADA LANSIA

1.2. 3. 4.

TUJUAN PEMBELAJARAN: Kecukupan gizi lansia Masalah gizi lansia Penatalaksanaan gizi lansia Intervensi gizi khusus lansia

Gizi pada proses menua Penurunan

kecepatan metabolisme basal (setelah usia 30 th) Kebutuhan kalori turun cenderung gemuk/ obes Penurunan aktivitas/ kgtn fisik kebiasaan makan berlebih, masukan kalori lbh kebutuhan, cenderung gemuk/ obes Penurunan pendapatan kurang tertarik pd makanan, kadang anoreksia, turun konsumsi makanan bergizi, menyebabkan kurang gizi

Penurunan

atau kehilangan indra pengecap & kerusakan indra penciuman kesulitan makan, menghindari makanan keras,, menyebabkan krang protein-vit-min Penyakit periodental/ kehilangan gigi (80% lansia alami) memilih makanan lembutlunak-rendah serat serta tinggi kalori, akibatkan kelebihan kalori, gemuk/ obes Penurunan sekresi asam & enzim pencerna makanan ganggu penyerapan K, Fe, Zn, protein, lemak & vit larut lemak, sebabkan defisiensi vit & min

Penurunan

mobilitas saluran cerna susah BAB sebabkan pola makan terganggu, hemoroid sebabkan perdarahan-anemia. Sering menggunakan obat-obatan potensi turun nafsu makan, turun penyerapan zat gizi atau tingkatkan kebutuhan zat gizi, cenderung kurang gizi.

Kurang

sosialisasi, kesepian nafsu makan turun, turun BB & terjadi gizi kurang. Gangguan kemampuan motorik sulit makan/ menyuap diri, dpt turun konsumsi makanan, cenderung gizi kurang.

Energi kebutuhan

E turun b.d penurunan basal metabolit (sel2 byk inaktif) & kgtn fisik turun. Kebtuhan kalori turun sekitar 5% pd usia 40-49th; 10% pd usia 50-59th & 60-69th Kecukupan gizi yg dianjurkan pd usia >= 60th laki-laki: 2200kal, wanita: 1850kal

Protein Perbandingan

3:1 Berguna tk ganti sel2 jaringan yg rusak & atur fs fisiologis tbh. Utk lansia laki-laki: 55gr/ hr Untuk lansia wanita: 48gr/ hr Hindari konsumsi protein berlebih gg fungsi ginjal & hati. Pada lansia dg kondisi infeksi & stress berat dibutuhkan protein lbh.

protein nabati dan hewani

Lemak Sebagai

sumber tenaga selain karbohidrat Lemak berlebih disimpan dlm tbh sbg cadangan tenaga Bila berlebihan akan ditimbun sbg lemak tubuh (sel lemak) Kebutuhan lemak pada lansia lebih sedikit, batasi konsumsi lemak tdk boleh lbh dari kebutuhan energi tubuh.

karbohidrat Sbg

sumber energi utama tbh. Penggunaan relatif menurun pd lansia krn kebut kalori jg turun Lansia dianjurkan konsumsi karbohidrat komplek karena juga mengandung vit-min & serat

Vitamin Lansia

dianjurkan tingkatkan konsumsi sumber vit A,D,E utk cegah penyakit degeneratif (antioksidan) Konsumsi sumber vit B12, asam folat, B1 utk tanggulangi risiko penyakit jantung

Mineral Dianjurkan

konsumsi sumber Fe, Zn, Selenium & kalsium utk cegah anemia & keropos tulang terutama lansia wanita

Air & serat Air

penting utk keluarkan sisa pembakaran energi tubuh Serat dianjurkan utk lansia agar BAB lancar

Masalah Gizi Lansia Obesitas/

Kegemukan Osteoporosis Anemia Gout KEK Kekurangan zat mikro lain

Obesitas Pola

konsumsi berlebih (Lemak, protein, karbohidrat) Dapat diidentifikasi dg IMT, kegemukan IMT 25-27; obes IMT >27 Kegemukan daerah perut dpt diidentifikasi dg rasio pinggang/ pinggul yaitu: lingkar perut (melalui pusat) dibanding lingkar pinggul (pd lingkaran terbesar pinggul)

Interpretasi -

rasio pinggang/pinggul: Pria