intan rosita maharani.docx

Author: jea-ayu-putri

Post on 03-Feb-2018

233 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    1/24

    TUGAS

    RESUME HEMATOLOGI

    Disusun Oleh :

    INTAN ROSITA MAHARANI (P278341134!

    POLITE"NI" "ESEHATAN "EMEN"ES SURA#A$A

    %URUSAN ANALIS "ESEHATAN

    PROGRAM STUDI D4 ANALIS "ESEHATAN

    TAHUN A%ARAN 21&'21

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    2/24

    PEMERI"SAAN HEMATO"RIT

    Hematokrit atau volume eritrosit yang dimampatkan (packed cell volume, PCV) adalah

    persentase volume eritrosit dalam darah yang dimampatkan dengan cara diputar pada

    kecepatan tertentu dan dalam waktu tertentu. Tujuan dilakukannya uji ini adalah untuk

    mengetahui konsentrasi eritrosit dalam darah. etode pengukuran hematokrit secara manual

    dikenal ada !, yaitu "

    1) Me*+,e -./0+he-.*+/0i*

    P0insi " Pada metode makro, sampel darah #eranti koagulan dimasukkan dalam

    ta#ung $intro#e yang #erukuran panjang %%& mm dengan diameter !.'.& mm dan

    #erskala &%& mm. Ta#ung kemudian disentri*us selama & menit dengan kecepatan

    !'&&rpm .&&&rpm. Tinggi kolom eritrosit adalah nilai hematokrit yang dinyatakan

    dalam +.

    2) Me*+,e -i/0+he-.*+/0i*

    P0isni : Pada metode mikro, sampel darah (darah kapiler, darah -T, darah

    heparin atau darah amoniumkaliumoksalat) dimasukkan dalam ta#ung kapiler yang

    mempunyai ukuran panjang /' mm dengan diameter % mm. Ta#ung kapiler yang

    digunakan ada ! macam, yaitu yang #erisi heparin (#ertanda merah) untuk sampel darah

    kapiler (langsung), dan yang tanpa antikoagulan (#ertanda #iru) untuk darah

    -T0heparin0amoniumkaliumoksalat.

    -arah kapiler dan darah vena mempunyai susunan darah #er#eda. Packed Cell

    Volume (PCV) atau hematokrit, hitung jumlah sel darah merah, hemoglo#in pada darah

    kapiler sedikit le#ih rendah dari pada darah vena (Purwanto, %112). Total leukosit dan

    jumlah netro*il le#ih tinggi darah kapiler sekitar 3+, jumlah monosit sekitar %!+,

    se#aliknya jumlah trom#osit le#ih tinggi darah vena di#anding darah kapiler. Per#edaan

    sekitar 1+ atau ! + pada keadaan tertentu. Terjadinya ini mungkin #erkaitan dengan

    adhesi trom#osit pada tempat ke#ocoran kulit (-acie and 4ewis, !&&!).

    PEMERI"SAAN MI"ROHEMATO"RIT

    Al.* D.n #.h.n :

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    3/24

    Pipa kapiler

    5entri*uge untuk mikrohematokrit

    ntikoagulan " 6a-T

    lat sampling

    donan wa7P0+se,u0 "e0. :

    %) -arah di#iarkan masuk ke dalam pipa kapiler dengan cara menempelkan salah satu

    lu#ang pada darah, pada posisi hampir mendatar. 8sahakan agar darah menempati

    sekitar !0 panjang kapiler.

    !) 5alah satu ujung kapiler ditutup menggunakan adonan wa7. Pastikan #enar#enar

    tertutup sempura.

    ) Tempatkan masingmasing ! #uah kapiler untuk setiap penderita dengan posisi

    #erlawanan, ke dalam lu#ang jarijari pada mikrohematokrit centri*uge.9) 5etelah penutup jarijari centri*uge dipasang, centri*uge dituutp kemudian dijalankan

    selama ' menit dengan memutar pengatur waktu. :ila waktu ini sudah ha#is maka

    centri*uge akan #erhenti secara otomatis.

    ') 5etelah centri*uge #erhenti, am#il pipa kapiler dan segera di#aca pada skla

    pem#acaan. Hasil pem#acaan dua #uah tes untuk satu penderita tidak #leh #er#eda

    le#ih dari !+. :ila hal ini terjadi maka pemeriksaan harus diulang

    .*.*.n :

    a. Penutupan lu#ang kapiler yang kurang smepurna dapat menye#a#kan hasil

    hematokrit rendah palsu karena se#agian darah menem#us keluar.

    #. Penempatan pipapipa kapiler pada lu#ang jarijari kurang mapan dan penutup

    yang kurang rapat dapat menye#a#kan hasil pme#acaan tinggi palsu. Hal ini

    dise#a#kan kurang *i7nya pipa kapiler sehingga #ergerak saat dilakukan

    sentri*use. -emikian pula #ila kita mem#iarkan pipa terse#ut terlalu lama setelah

    sentri*ugasi.

    c. ;ecepatan putar sentri*use dan pengaturan waktu dimaksudkan agar eritrosit

    menjadi mampat secara maksimal.

    d. Penggunaan antikoagulan secara #erle#ihan dapat menye#a#kan hasil pem#acaan

    rendah palsu.

    PEMERI"SAAN MA"ROHEMATORIT

    Al.* D.n #.h.n :

    Ta#ung wintro#e dengan garisgaris skala &%&& dan %&&& dari dasr ta#ung.

    5entri*uge

    ntikoagulan " 6a-T

    lat sampling Pipet pasteur

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    4/24

    P0+se,u0 "e0. :

    %) ntikoagulan yang sudah tercampur rata, dipipet dengan pipet pasteur kemudian

    dimasukkan ke dalam ta#ung wintro#e dimulai dari dasar ta#ung sampai miniskus

    tepat pada skala puncak. 8sahakan tidak terdapat gelem#ung udara.

    !) Ta#ung disentri*ugasikan selama & menit dengan kecepatan putar !'&& rpm &&&

    rpm.

    ) ampatan eritrosit di#aca pada skala, volumenya dinyatakan dalam persen terhadap

    volume darah.

    .*.*.n :

    a. -i atas ednapan eritrosit yang mampat terdapat #u**y coat (lapisan #erwarna

    putih) tidak ikut di#aca se#agai #atas miniskus, #agian inia adalah lapisan leukosit

    dan yang paling di atas adalah trom#osit.#. Centri*uge yang dipakai le#ih #aik dipilih putaran datar sehingga pem#acaan le#ih

    mudah.

    c. 8kuran normal penderita pada cara makro ini tidak #er#eda dengan cara mikro

    Men5hi*un5 en,..n 6panjang padatan

    panjang bahan semulax 100

    U/u0.n nil.i n+0-.l he-.*+/0i* :S..* l.hi0 : &2

    Usi. 1 *.hun : 3139

    De.s. .ni*. : 34

    De.s. 0i. : 42&2

    PEMERI"SAAN M;) MH< MH

    Pemeriksaan ini ditujukan pada ukuran #esar ratarata eritrosit, dan hemoglo#in yang

    terkandung di dalamnya.

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    5/24

    8kuran normal " 3& 1/

    rti ;linis " > 3& (eritosit #erukuran kecil atau mikrositik).

    3& 1/ ( eritosit normal tau normositik).

    ?1/ (eritosit #erukuran #esar makrositik).

    2) "+nse*0.si He-+5l+>in R.*.0.*. .*.u MH ( Me.n +0us=ul+0 He-+5l+>in

    +nsen*0.*i+n!

    Perhitungannya #erdasarkan kadar H# dan hematokrit.

    Ru-us :MCHC=

    Hemoglobin

    Hematokrit x100

    8kuran normal "!+ 2+

    rti ;linis " CHC normal (warna eritrosit normal @ normokrom).

    CHC >!+ (warna eritrosit pucat @ hipokrom).

    CHC ?2+ (warna eritrosit gelap @ hiperkrom).

    3) #e0.* R.*.0.*. He-+5l+>in ,.l.- E0i*0+si* .*.u MH ( Me.n +0us=ul+0

    He-+5l+>in!

    Pemeriksaan ini mempunyai arti klinis yang sama dengan pemeriksaan CHC, yaitu

    #er*ungsi #erhu#ungan dengan warna eritosit. Perhitungannya #erdasar pada kadar H#

    dan jumlah eritrosit0% mmdarah.

    Ru-us :MCHC= Hemoglobin

    Jumlah eritrosit dalam jutax piko gram

    8kuran normal " !/ A % piko gramGA#UNGAN PEMERI"SAAN

    .) +n*+h

    M; : 7 (kurang dai normal)

    MH : 22 i/+ 50.- (kurang dai normal)

    MH : 33 (normal)

    M./. ,i,..*/.n 5.->.0.n -i/0+si*i/< n+0-+/0+-< .ne-i.>) +n*+h

    M; : 7 (kurang dai normal)

    MH : 2 i/+ 50.- (kurang dai normal)

    MH : 3 (kurang dai normal)

    M./.< 5.->.0.nn?. .,.l.h -i/0+si*i/< hi+/0+-< .ne-i.

    .*.*.n :

    Pemeriksaan nilai ratarata eritrosit adalah kesimpulan yang diam#il

    dari pemeriksaanpemriksaan kadar H#, jumlah eritrosit, dan hematokrit.

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    6/24

    =leh karena itu validitas nilainya sangat tergantung dari ketelitian

    pemeriksaanpemeriksaan se#elumya. isalnya, pemeriksaan kadar H# harus

    tidak memakai car visula 5ahli melainkan cara *otometri yang akurasinya

    le#ih tinggi. -emikian pula hitung eritrosit menggunakan electronic cell

    counter.

    PEMERI"SAAN RETI"ULOSIT

    Betikulosit adalah eritrosit muda yang kehilangan inti selnya, dan mengandung sisa

    sisa asam ri#onukleat di dalam sitoplasmanya, serta masih dapat mensintesis hemoglo#in.

    (Child, ., !&%& D rslev , !&&%). Betikulosit di dalam perkem#angannya melalui 2 tahap"

    pronormo#last, #aso*ilik normo#las, polikromato*ilik normo#las, ortokromik normo#las,

    retikulosit, dan eritrosit. -alam keadaan normal keempat tahap pertama terdapat pada

    sumsum tulang. Betikulosit terdapat #aik pada sumsum tulang maupun darah tepi. -i dalam

    sumsum tulang memerlukan waktu kurang le#ih ! A hari untuk menjadi matang, sesudah

    itu lepas ke dalam darah. (Bodak dan :ell, !&&!" !&!) .

    Betikulosit paling muda (imatur) adalah yang mengandung ri#osome ter#anyak,

    se#aliknya retikulosit tertua hanya mempunyai #e#erapa titik ri#osome. :anyaknya

    retikulosit dalam darah tepi menggam#arkan eritropoesis yang hampir akurat. Peningkatan

    jumlah retikulosit di darah tepi menggam#arkan akselerasi produksi eritrosit dalam sumsum

    tulang. 5e#aliknya, hitung retikulosit yang rendah terusmenerus dapat mengindikasikan

    keadaan hipo*ungsi sumsum tulang atau anemia aplastik. Pemeriksaan retikulosit dapat

    menggunakan dua cara yaitu dengan sediaan metode #asah dan sediaan metode kering, untuksediaan dengan metode #asah tepat dipakai dalam la#oratorium rutin karena memiliki

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    7/24

    keuntungan, yaitu tidak memerlukan waktu yang terlalu lama, di inku#asi, mudah dalam

    pem#uatan sediaan, selain menggunakan :C: %+ dalam methanol, dapat juga menggunakan

    :C: %+ dalam 6aCl. 5edang kerugiannya, yaitu pada saat pem#acaan dan penghitungan

    jumlah retikulosit, komponen dan jenis selsel darah masih dapat #ergerak, sehingga

    menye#a#kan selsel terse#ut saling #ertumpukan. 5ediaan metode kering memiliki

    keuntungan, yaitu pada proses pem#acaan dan penghitungan yang mudah, eritrosit menye#ar

    dan kerugian pada pemeriksaan retikulosit dengan metode kering terletak pada waktu yang

    memerlukan inku#asi %'& menit, sehingga menye#a#kan proses pemeriksaan le#ih lama

    (5u#owo, !&&!).

    Pemeriksaan ini #ertujuan memantau keadaan sumsum tulang se#gai produsen

    eritrosit dan hilangnya sejumlah eritrosit dari sirkulasi darah se#agai aki#at #ermacam

    macam jenis anemia atau perdarahan.

    P0insi :presentase retikulosit terhadap seluruh eritrosit yang #eredar dalam sirkulasi

    darah dihitung, dengan melhat tandatanda khusus #erupa #enang#enang *ilamen sisa B6

    ang dapat terlihat melalui pewarnaan supravital

    PROSEDUR PEMERI"SAAN

    Al.* ,.n #.h.n :

    %. =#jek glass

    !. Cover glass

    . Ta#ung reaksi kecil

    9. Pipet pasteur

    '. 5patula

    2. ikroskop

    /. -arah -T

    Re.5en

    Beagen pewarna :C: %+ dengan *ormula se#agai #erikut "

    %.4arutan :rilliant Crecyl :lue % g!.6aCl &,3' g

    .Citrat natricus &,9& g

    9.Euadest %&& ml

    Beagen pewarna 6ew ethylene :lue 6ormal

    %. 5odium chlorida &,3 g

    !. Potassium oksalat %,9 g

    . 6ew ethylene :lue 6ormal ;ristal &,' g

    9. Euadest %&& ml

    L.n5/.h "e0. :%. -engan pipet pasteur tempatkan tetes larutan :C: %+ ke dalam ta#ung kecil.

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    8/24

    !. Tam#ahkan ke dalamnya tetes darah spesimen. Campur sampai rata dengan

    mengocok perlahanlahan.

    . :iarkan campuran darah dan pewarna pada suhu kamar selama %' menit atau

    diinku#asi /

    . 5elama itu proses pewarnaan suravital #erlangsung, yaitu

    pewarnaan terhadap darah segar dan utuh.

    9. Campuran dihomogenkan kem#ali sehingga eritrosit merata ke seluruh cairan.

    ;emudian dengan menggunakan #atang pengaduk diteteskan di salah satu tepi o#jek

    glass untuk di#uat hapusan.

    '. 5etelahmem#uat hapusan kering udarakan pada suhu kamar. 5etelah kering sediaan

    dapat diperiksa di#awah mikroskop menggunakan per#esaran %&&7 lensa o#jekti*

    2. Periksa pada area hitung dimana eritrosit tidak saling #ertautan satu sama lain, catat

    jumlah retikulosit dan eritrosit sampai keduanya mencapai %&&& sel./. Presentase retikulosit dalam %&&& sel eritrosit ini dilaporkan se#agai hasil hitung

    retikulosit dalam satuan +.

    Nil.i Ruu/.n

    De.s. : )& 1)&

    #.?i >.0u l.hi0 : 2)& )&

    #.?i : )& 3)&

    An./ : )& 2)

    FCatatan "

    a. eningkatnya jumlah retikulosit menandakan penderita kehilangan #anyak darah

    sehingga produksi sumsum tulang dipacu. Hal ini didapati pada hemolitik anemia,

    anemia de*isiensi Gat #esi, thalasemia, perdarahan akut atau kronis. Penurunan

    jumlah retikulost menandai sumsum tulang mengalami gangguan, seperti aplastis

    anemia.#. Per#andingan jumlah darah dan pewarna dapat diu#ah sesuai dengan warna

    retikulosit yang dikehendak, tetapi waktu pewarnaan tidak #oleh kurang dari %&

    menit.

    c. Campuran darah dan pewarna harus merata se##elum di#uat sediaan hapusan karena

    retikulosit le#ih #erat daripada eritrosit dewasa sehingga cenderung #erada di #agian

    #awah.

    d. Hatihati terhadap inclusion #odies dalam eritrosit karena mirip dengan retikulosit

    seperti HeinG #odies atau Pappenheimer #odies.

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    9/24

    PEMERI"SAAN [email protected]

    osino*il adalah sel darah putihdari kategori granulosityang #erperan dalamsistem

    keke#alan dengan melawan parasit multiselular dan #e#erapa in*eksi pada makhluk

    verte#rata. :ersamasama dengan sel #iang,eosino*il juga ikut mengendalikan mekanisme

    alergi.osino*il ter#entuk pada proses haematopoiesis yang terjadi pada sumsum tulang

    se#elum #ermigrasi ke dalam sirkulasidarah.

    umlah eosino*il meningkat selama alergi dan in*eksi parasit. :ersamaan dengan

    peningkatan steroid, #aik yang diproduksi oleh kelenjar adrenal selama stress maupun yang

    di#erikan per oral atau injeksi, jumlah eosino*il mengalami penurunan. ndividu normal

    mempunyai rasio eosino*il sekitar % hingga 2+ terhadap sel darah putih dengan ukuran

    sekitar %! %/ mikrometer. osino*il dapat ditemukan pada medulla o#longata dan

    sam#ungan antara korteks otak #esardan timus, dan di dalam saluran pencernaan,ovarium,

    uterus,limpadan lymph nodes. Tetapi tidak dijumpai diparu, kulit, eso*agusdanorgandalam

    lainnya, pada kondisi normal, ke#eradaan eosino*il pada area ini sering merupakan pertanda

    adanya suatu penyakit. osino*il dapat #ertahan dalam sirkulasi darah selama 3%! jam, dan

    #ertahan le#ih lama sekitar 3%! hari di dalam jaringan apa#ila tidak terdapat stimulasi.

    P0insi" osino*il dihitung tersendiri dengan larutan pengencer yang dapat mewarnai

    eosino*il tetapi selsel leukosit yang lain serta eritrosit lisis. Perhitungan

    didasarkan atas penipisan dan volume cairan dalam kamar hitung.

    Sesi-en :-arah vena atau kapiler denngan anktikoagulan -T, heparin, atau

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putihhttp://id.wikipedia.org/wiki/Granulosithttp://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_kekebalanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_kekebalanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_kekebalanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Parasithttp://id.wikipedia.org/wiki/Infeksihttp://id.wikipedia.org/wiki/Makhlukhttp://id.wikipedia.org/wiki/Vertebratahttp://id.wikipedia.org/wiki/Sel_bianghttp://id.wikipedia.org/wiki/Sel_bianghttp://id.wikipedia.org/wiki/Sel_bianghttp://id.wikipedia.org/wiki/Alergihttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Haematopoiesis&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Sumsum_tulanghttp://id.wikipedia.org/wiki/Darahhttp://id.wikipedia.org/wiki/Darahhttp://id.wikipedia.org/wiki/Darahhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putihhttp://id.wikipedia.org/wiki/Mikrometerhttp://id.wikipedia.org/wiki/Mikrometerhttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Medulla_oblongata&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Korteks_otak_besarhttp://id.wikipedia.org/wiki/Timushttp://id.wikipedia.org/wiki/Saluran_pencernaanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Saluran_pencernaanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Ovariumhttp://id.wikipedia.org/wiki/Ovariumhttp://id.wikipedia.org/wiki/Uterushttp://id.wikipedia.org/wiki/Limpahttp://id.wikipedia.org/wiki/Limpahttp://id.wikipedia.org/wiki/Paruhttp://id.wikipedia.org/wiki/Kulithttp://id.wikipedia.org/wiki/Esofagushttp://id.wikipedia.org/wiki/Organhttp://id.wikipedia.org/wiki/Organhttp://id.wikipedia.org/wiki/Granulosithttp://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_kekebalanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_kekebalanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Parasithttp://id.wikipedia.org/wiki/Infeksihttp://id.wikipedia.org/wiki/Makhlukhttp://id.wikipedia.org/wiki/Vertebratahttp://id.wikipedia.org/wiki/Sel_bianghttp://id.wikipedia.org/wiki/Alergihttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Haematopoiesis&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Sumsum_tulanghttp://id.wikipedia.org/wiki/Darahhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putihhttp://id.wikipedia.org/wiki/Mikrometerhttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Medulla_oblongata&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Korteks_otak_besarhttp://id.wikipedia.org/wiki/Timushttp://id.wikipedia.org/wiki/Saluran_pencernaanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Ovariumhttp://id.wikipedia.org/wiki/Uterushttp://id.wikipedia.org/wiki/Limpahttp://id.wikipedia.org/wiki/Paruhttp://id.wikipedia.org/wiki/Kulithttp://id.wikipedia.org/wiki/Esofagushttp://id.wikipedia.org/wiki/Organhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putih
  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    10/24

    dou#le o7alat.

    Al.* ,.n 0e.5en :

    %. 4arutan pewarna dan pengncer dapat dipilih salah satu dari pylo7ine encer, larutan

    pilot, dan larutan pewarna Bandolph.

    B0 -ungern "

    % #agian eosin %+!+

    % #agian aceton

    3 #agian aEuades

    !. Pipet pengencer leukosit dengan aspirator

    . ;amar hitung

    9. Buang lem#a# terdiri dari petridish dengan kertas saring #asah.

    '. ikroskop

    L.n5/.h "e0. :

    %. -engan menggunakan pipet pengencer leukosit, hisap darah sampai tanda %. :agian

    luar pipet diusap dengan tissue.

    !. ;emudian lanjutkan hisap larutan -ungernsampai tanda %%.

    .

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    11/24

    1. Perhitungan

    V;H @ % mm7 % mm 7 &,% mm 7 1 @ &,1 mm

    Penipisan darah dan pewarna %&7

    &,1 mmcairan @ 6 sel

    % mm cairan @ %&01 6

    adi, % mm darah @ %&01 7 %& 6 @%&&016

    umlah eosino*il, % mm darah @ jumlah penghitungan eosino*il dalam 1 petak,

    dikalikan %&&01.

    %&. -ari dua sisi ruang hitung diam#il rataratanya kemudian dilaporkan se#agai hasil

    hitung eosino*il.

    Nil.i n+0-.l : 1& 3' 1 --3 ,.0.h

    PEMERI"SAAN TROM#OSIT

    Trom#osit adalah *ragmen atau kepingankepingan tidak #erinti dari sitoplasma

    megakariosit yang #erukuran %9 mikron dan #eredar dalam sirkulasi darah selama %& hari.

    Trom#osit memiliki peran dalam sistem hemostasis, suatu mekanisme *aali tu#uh untuk

    melindungi diri terhadap kemungkinan perdarahan atau kehilangan darah. Iungsi utama

    trom#osit adalah melindungi pem#uluh darah terhadap kerusakan endotel aki#at trauma

    trauma kecil yang terjadi seharihari dan mengawali penyem#uhan luka pada dinding

    pem#uluh darah. ereka mem#entuk sum#atan dengan jalan adhesi (perlekatan trom#osit

    pada jaringan su#endotel pada pem#uluh darah yang luka) dan agregasi(perlekatan antar sel

    trom#osit). enis pemeriksaan trom#osit ada macam, yaitu metode langsung Bees dan

    cker, metode tidak langsung hapusan.

    Me*+,e l.n5sun5 Rees ,.n E=/e0

    P0nsi : -arah diencerkan dengan larutan yang mengandung :rilliant Crecyl

    :lue sehingga trom#osit #erwarna #iru cerah. Perhitungan

    didasarkan pada pengenceran dan volume cairan dalam kamar

    hitung.

    Sesi-en :-arah vena atau kapiler dengan antikoagula -T.

    Al.*.l.* ,.n 0e.5ensi. :1) 4arutan pengencer Bees dan cker

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    12/24

    5odium sitrat ,3 g

    :rillian Crescyl :lue Crystal &,% g

    Iormalin 9&+ &,! ml

    Euadest %&& ml

    5aring se#elum digunakan

    2) Pipet pengencer eritrosit dengan aspirator3) ;amar hitung

    4) Petridish

    &) Tissue

    ) ikroskop

    L.n5/.h "e0. :

    %. -arah dihomogenkan kemudian hisap darah menggunakan pipet

    pengencer eritrosit hingga tanda &,', #agian luar pipet diusap dengan

    tissue.

    !. emipet larutan pengencer Bees dan cker sampai tanda %&%.

    . Pipet dikocok selama ' menit.

    9. ;amar hitung disiapkan dan dipasang cover glass diatasnya.

    '. enyediakan ruang lem#a#, mengggunakan petridish dengan dasar kertas

    saring #asah.

    2. Pipet kem#ali dikocok, #uang ! tetesan pertama. 5elanjutnya tetesan

    #erikutnya dimasukkan ke dalam kamar hitung.

    /. Tempatkan pada ruang lem#a# selama %' menit.

    3. 5etelah itu menghitung trom#osit di #awah mikroskop menggunakan

    pem#esaran lensa o#jekti* 9&7 dan hitung pada kotak leukosit.

    1. Penghitungan " jumlah trom#osit per % mm darah @ jumlah trom#osit

    dalam 9 kotak leukosit dikalikan '&&.

    Me*+,e *i,./ l.n5sun5 h.us.n

    P0insi :Hapusan darah diwarnai dengan pewarna $right,

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    13/24

    Al.*.l.* ,.n 0e.5ensi."

    %. =#jek glass

    !. :atang pengaduk

    . =il imersi

    9. ikroskop

    '. Tissue2.

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    14/24

    PEMERI"SAAN #LEEDING TIME (A"TU PERDARAHAN!

    $aktu perdarahan ini tergantung daripada e*isiensi cairan jaringan untuk

    mempercepat pem#ekuan, ketahanan kapiler, dan *ungsi maupun jumlah trom#osit.

    .) .0. Du/e

    P0insi :4u#ang yang #aku pada cuping telingan di#uat kemudian waktukeluar darah

    sampai #erhenti dicatat se#agai waktu perdarahan.

    Al.* ,.n 0e.5en :

    %. utoclick

    !. lcohol swa#

    . -isposa#le lanchet

    9. ;ertas saring'. 5topwatch

    L.n5/.h "e0. :

    %. Cuping telinga penderita dipijatpijat searah dengan cara menjepit dengan i#u jari

    dan telunjuk tangan kiri.

    !. ;emudian di#ersihkan dengan alcohol swa#.

    . Cuping telinga penderita ditusuk menggunakan autoclick yang #erisi lanchet,

    kedalaman ' mm. 5egera stopwatch dihidupkan dan melepaskan jepitan tangan

    pada i#u jari.

    9. -arah yang keluar ditempel pada kertas saring yang telah dilipat menjadi dua pada

    & detik pertama dan & detik #erikutnya hingga darah #enar#enar #erhenti.

    '. ;ertas saring tidak #oleh menempel pada #agian luka.

    2. Pada saat darah tidak keluar lagi matikan stopwatch dan catat waktunya laporkan

    se#agai waktu perdarahan.

    U/u0.n n+0-.l : 13 -eni* ,en5.n >.*.s *+le0.nsi 3 -eni*)

    PEMERI"SAAN LOTTING TIME (A"TU PEM#E"UAN DARAH!

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    15/24

    .0. Lee .n, hi*e

    P0insi " waktu pem#ekuan diukur sejak darah keluar dari pem#uluh darah

    sampai terjadi #ekuan dalam suatu kondisi spesi*ik.

    Sesi-en :darah segar 9 mlAl.* ,.n 0e.5ensi. :

    1) Ta#ung reaksi kecil #eserta raknya

    2) 5topwatch

    3) lcohol swa#

    4) 5puit ' ml

    &) TorniEuet

    ) Plesterin

    L.n5/.h "e0. :

    %. 4akukan sampling pada vena dengan cara yang #enar.!. Pada saat darah mulai masuk ke dalam spuit pasang stopwatch dan

    dilanjutkan menghisap darah hingga 9 ml. ;emudian torniEuet

    dilonggarkan dan spuit dikeluarkan dari vena.

    . enekan #ekas tusukan dengan kapas kering lalu dipasang plester.

    9. emasukkan darah ke dalam ta#ung reaksi masingmasing %.

    '. Tepat ' menit ta#ung kesatu diangkat dang dimiringkan 9'

    . 8langi

    tindakan serupa selang & detik sampai terjadi #ekuan sempurna (1&

    tanpa ada tumpahan). Catat waktunya.

    2. Pada & detik #erikutnya lakukan hal serupa pada ta#ung ke ! sampai

    terjadi #ekuan sempurna hingga ta#ung ketiga.

    /. 5etelah ta#ung ketiga #eku matikan stopwatch dan catat waktunya.

    3. $aktu pem#ekuan pada ta#ung ke dilaporkan se#agai hasil pemeriksaan.

    U/u0.n n+0-.l : & 1& -eni*

    LOTTING RETRATON (RETRA"SI #E"UAN!

    Pada saat darah telah mem#eku secara smepurna, secara normal #ekuan akan

    #erkontraksi dan mengjerut untuk mengeluarkan serum dari dalamnya, sehingga akhirnya

    mengendap ke #awah. Betraksi #ekuan ini kerkaitan erat dan sangat tergantung daripadajumlah serta aktivitas trom#osit.

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    16/24

    P0insi :-arah segar ditempatkan pada suhu / , retraksi #ekuan diamati pada

    waktu % jam. ! jam, 9 jam, !9 jam setelah darah mem#eku.

    Sesi-en :-arah segar se#anyak ml atau menggunakan satu diantara ta#ung

    darah #eku dari waktu #ekuan 4ee and $hite.

    Al.* ,.n 0e.5en :

    %. -isposa#le syringe ' ml

    !. TorniEuet

    . Ta#ung rekasi

    L.n5/.h /e0. :

    %. elakukan sampling dengan #aik dan #enar.

    !. emasukkan darah ke dalam ta#ung maisngmasing % ml darah.. :egitu darah mem#eku, amati #ekuan dalam waktu % jam, ! jam, 9 jam, !9 jam

    terhadap terjadinya retraksi #ekuan, yaitu keluarnya serum.

    9. Hasil pemeriksaan yang dilaporkan ialah waktu yang diperlukan saat darah

    mem#eku sampai retraksi sempurna

    U/u0.n n+0-.l :

    .) Re*0./si n+0-.l : >il. *e0.,i 0e*0./si .,. 2 .- s.-.i 4 .- se*el.h

    >e/u.n)>) Re*0./si le-.h : >il. 0e*0./si *e0.,i .n.*.0 4 .- s.-.i 24 .-)

    =) Re*0./si n+l : >il. *i,./ *e0.,i >e/u.n se*el.h 24 .-)

    LOT L$SIS

    5e#agai kelanjutan dari clot retraksi adalah clot lysis, yaitu proses terurainya jalajala

    *i#rin sehingga menjadi tidak #er#entuk atau hanya #erupa sedimen di dasar ta#ung. Pada

    saat ini, warna merah se#agai aki#at lisisnya eritrosit mulai menjalar dari permukaan #ekuan

    sampai akhirnya rata dalam serum.

    .0." Ta#ung clot retraksi tetap #erada pada suhu / pada akhir 3 jam, !9 jam,

    93

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    17/24

    jam, dan /! jam dilihat apakah terjadi clot lysis.

    H.sil : =l+* l?sis /u0.n5 ,.0i 72 .- n+0-.l)

    PROSES HEMOSTASIS

    Hemostasis adalah upaya tu#uh untuk mencegah terjadinya perdarahan dan

    mempertahankan keenceran darah di dalam sirkulasi supaya tetap #isa mengalir dengan #aik.

    Proses hemostasis ada empat mekanisme utama, yaitu"

    1) "+ns*0i/si e->uluh ,.0.h

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    18/24

    ;onstriksi pem#uluh darah terjadi seketika apa#ila pem#uluh darah mengalami

    cedera aki#at trauma. 5elain itu konstriksi juga terjadi karena trom#osit yang pecah

    melepaskan vasokonstriktor #ernama trom#oksan ! pada sekitar area trauma ts#,

    sehingga pem#luh darahnya #erkonstriksi.

    2) Pe->en*u/.n su->.*.n l.*ele*'*0+->+si*

    5etelah pem#uluh darah mulai #erkonstriksi, secara #ersamaan se#enarnya trom#osit

    di sekitar area yang cedera terse#ut akan segera melekat menutupi lu#ang pada

    pem#uluh darah yang ro#ek ts#. Hal ini #isa terjadi karena di mem#ran trom#osit itu

    terdapat senyawa glikoprotein yang hanya akan melekat pada pem#uluh yang

    mengalami cedera, sedangkan senyawa terse#ut yang akan mencegah trom#osit untuk

    melekat di pem#uluh darah yang normal. ;etika trom#osit ini #ersinggungan dengan

    epitel pem#uluh darah yang cedera tadi, trom#osit kemudian menjadi lengket padaprotein yang dise#ut *aktor von $ille#rand yang #ocor dari plasma menuju jaringan

    yang cedera tadi. 5eketika itu mor*ologinya #eru#ah drastis. Trom#osit yang tadinya

    #er#entuk cakram, ti#ati#a menjadi ireguler dan #engkak. Tonjolantonjolan akan

    mencuat keluar permukaannya dan akhirnya protein kontraktil di mem#rannya akan

    #erkontraksi dengan kuat sehingga lepaslah granulagranula yang mengandung *aktor

    pem#ekuan akti*, diantaranya -P dan trom#oksan ! tadi. 5ecara umum, proses ini

    dise#ut dengan adhesi trom#osit.

    ;etika trom#osit melepas -P dan trom#oksan !, GatGat ini akan mengakti*kan

    trom#osit lain yang #erdekatan. a seolaholah menarik perhatian trom#osit lainnya

    untuk mendekat. ;arena itu, kerumunan trom#osit akan seketika memenuhi area

    terse#ut dan melengket satu sama lain. 5emakin lama semakin #anyak hingga

    ter#entuklah sum#at trom#osit hingga seluruh lo#ang luka tertutup olehnya. Peristiwa

    ini dise#ut agregasi trom#osit. Proses aktivasi trom#osit ini terus terjadi sampai

    ter#entuk sum#at trom#osit, dise#ut juga hemostasis primer.

    3) Pe->e/u.n ,.0.h

    5etelah ter#entuk sum#at trom#osit, dalam waktu %' sampai !& menit #ila

    perdarahannya he#at, atau % sampai ! menit #ila perdarahannya kecil, GatGat

    aktivator dari pem#uluh darah yang rusak dan trom#osit tadi akan menye#a#kan

    pem#ekuan darah setempat. Prosesnya sangat kompleks, #erupa kaskade yang saling

    mengakti*kan satu sama lain hingga sampai ter#entuknya #enang *i#rin untuk

    menutup luka. ika satu saja komponen pengakti* itu terganggu, proses

    keseluruhannya dapat terganggu. ekanismenya adalah se#agai #erikut"

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    19/24

    Pem#entukan aktivator protrom#in

    Pem#entukan aktivator protrom#in #erasal dari dua mekanisme kompleks yang

    meli#atkan #er#agai *aktor pem#ekuan, yaitu jalur ekstrinsik dan jalur instrinsik.

    1! %.lu0 e/s*0insi/

    ;etika dinding vaskuler mengalami cedera, ia akan melepaskan #er#agai*aktor jaringan atau trom#oplastin jaringan atau *aktor teraktivasi.

    Iaktor ini terdiri dari kompleks *os*olipid dan lipoprotein yang terutama

    #er*ungsi se#agai enGim proteolitik. 6ah, *aktor jaringan ini nantinya akan

    mengakti*kan *aktor V menjadi *aktor V teraktivasi (Va). :ersama

    sama, *aktor jaringan dan *aktor V teraktivasi serta dengan #antuan ion

    ;alsium (Ca!J0 *aktor V) akan meru#ah *aktor K menjadi *aktor K

    teraktivasi (Ka). ;emudian, *aktor Ka itu akan #erikatan dengan *os*olipid

    pada *aktor jaringan tadi (atau dengan *os*olipid tam#ahan yang dilepas

    trom#osit), dan mereka #erga#ung dengan *aktor V (dihasilkan oleh

    trom#in, senyawa yang dihasilkan dari akti*itas aktivator protrom#in

    nantinya) untuk mem#entuk aktivator protrom#in. Pada kejadian pertama

    kali, *aktor V ini inakti*, namun setelah ter#entuk trom#in, trom#in ini

    akan mengakti*kan *aktor V terse#ut sehingga ia akan mem#antu

    pem#entukan *aktor protrom#in tadi.L

    GAM#AR %ALUR E"STRINSI"

    2! %.lu0 Ins*0insi/

    8ntuk jalur instrinsik, dimulai ketika darah itu sendiri mengalami trauma

    atau darah itu #erkontak dengan jaringan yang mengalami trauma. Hal ini

    akan menye#a#kan *aktor K inakti* #eru#ah menjadi akti*, atau *aktor

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    20/24

    K teraktivasi (Ka). 5elain itu, trom#osit yang hancur juga akan

    melepaskan *os*olipid yang mengandung lipoprotein yang dise#ut *aktor

    trom#osit. Iaktor Ka akan mengakti*kan *aktor K menjadi *aktor K

    teraktivasi (Ka) dengan #antuan senyawa #ernama kininogen H$.

    Iaktor Ka ini dengan #antuan Ca!J akan mengakti*kan *aktor K menjadi

    *aktor K teraktivasi (Ka). 6ah, kemudian *aktor Ka ini akan #ekerja

    sama dengan *aktor V teraktivasiF , *aktor trom#osit tadi serta dengan

    Ca!J, untuk mengu#ah *aktor K menjadi *aktor K teraktivasi (Ka). 5ama

    dengan jalur ekstrinsik, *aktor Ka ini akan #erga#ung dengan *os*olipid

    dan *aktor V untuk mem#entuk aktivator protrom#in.F6:" Iaktor V

    telah tersedia dalam darah, kemungkinan dihasilkan oleh endotel,

    gromerular, dan tu#ular vaskuler serta sel sinusoid hati. Iaktor ini tidak

    dimiliki oleh pasien hemo*ilia klasik (hemo*ilia ). a diakti*kan oleh

    trom#in menjadi *aktor V teraktivasi.

    GAM#AR %ALUR INTRINSI"

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    21/24

    Per#edaan antara jalur ekstrinsik dan instrinsik adalah, jalur ekstrinsik prosesnya le#ih cepat,

    #isa #erlangsung dalam %' detik, sedangkan instrinsik le#ih lam#at, #iasanya perlu waktu %

    sampai 2 menit untuk menghasilkan pem#ekuan.

    Pem#entukan :enang:enang Ii#rin

    5etelah aktivator protrom#in ter#entuk, langkah selanjutnya adalah aktivator

    protrom#in ini akan mengakti*kan protrom#in (senyawa protein plasma, yang

    dihasilkan oleh hepar dengan #antuan vitamin ;. akanya jika seseorang

    kekurangan vitamin ;, perdarahan akan mudah terjadi dan pem#ekuan sulit

    terjadi. ;onsentrasinya dalam plasma sekitar %' mg0dl). Protrom#in akan akti*

    menjadi trom#in. Prosesnya lagilagi mem#utuhkan peranan ion kalsium (Ca !J).

    6antinya, trom#in ini akan menye#a#kan polimerisasi dari molekulmolekul

    *i#rinogen (protein dengan : yang #esar dan konsentrasi dalam plasma sekitar

    %&& A /&& mg0dl serta di sintesis di hepar) menjadi #enang#enang *i#rin dalam

    waktu %& A %' detik.

    Prosesnya, trom#in ini akan melepas 9 molekul peptida kecil dari setiap

    molekul *i#rinogen, sehingga mem#entuk satu *i#rin monomer, selanjutnya *i#rin

    monomer ini secara otomatis mampu #erpolimerisasi dengan sesamanyamem#entuk #enang *i#rin. 5o, setelah #e#erapa detik, akan muncul #anyak

    #enang#enang *i#rin yang panjang. Tapi #enang#enang ini ikatannya masih

    lemah, karena cuma #erikatan secara ikatan hidrogen. 8ntuk itu, trom#in akan

    mengaktivasi suatu Gat yang dise#ut *aktor sta#ilisasi *i#rin (terdapat dalam

    jumlah kecil dalam #entuk glo#ulin plasma, tapi juga dilepaskan oleh trom#osit

    yang terperangkap dalam #ekuan) Iaktor inilah yang nantinya akan memperkuat

    ikatan #enang#enang *i#rin tadi menjadi le#ih kuat, yakni dengan cara

    menim#ulkan ikatan kovalen pada #enang#enang terse#ut.

    ika #enang#enang *i#rin ter#entuk, perdarahan akan #erhenti. Pada jaringan

    dan endotel pem#uluh darah yang teluka, akan dilepaskan suatu aktivator kuat

    yang dise#ut aktivator plasminogen jaringan (tP). tP ini akan mengakti*kan

    plasminogen menjadi plasmin. Plasmin ini adalah Gat antikoagulan dalam darah.

    Plasmin #ekerja dengan cara mencerna #enang#enang *i#rin dan protein

    koagulan lain seperti *i#rinogen, *aktor V, *aktor V, protrom#in dan *aktor K.

    -an canggihnya, tP ini hanya akan dihasilkan pada harihari #erikutnya, jika

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    22/24

    pem#uluh darah yang luka sudah tertutup. 5ehingga, proses pem#entukan #enang

    #enang *i#rin juga akan terhenti.

    4) Pe->en*u/.n .0in5.n Bi>0+s.

    5etelah ter#entuk #enang#enang *i#rin terse#ut secara sempurna, dan darah juga

    mem#entuk #ekuan, #ekuan itu akan diinvasi oleh *i#ro#las yang kemudian

    mem#entuk jaringan ikat pada seluruh #ekuan terse#ut, atau dapat juga #ekuan itu

    dihancurkan. Proses ini didukung oleh *aktor pertum#uhan yang disekresikan oleh

    trom#osit, dan akan #erlangsung #erkelanjutan hingga #ekuan terse#ut akan menjadi

    jaringan *i#rosa dalam waktu sekitar % sampai ! minggu. 5truktur jaringan sekitar

    trauma akan #ekerja sedemikian rupa untuk memper#aiki kondisinya seperti semula.

    ME"ANISME @I#RINOLISIS

    Ii#rinolisis adalah mekanisme *isiologis yang #ekerja secara konstan dengan sistim

    pem#ekuan darah untuk menjamin lancarnya aliran darah ke organ peri*er atau jaringan

    tu#uh. Iaktor*aktor yang mempengaruhi *i#rinolisis"

    . 8sia

    :. erokok

    C. ktivitas *isik

    5elain mekanisme pem#ekuan, terdapat pula sistem kontrol utama dalam mengim#angi

    sistem koagulasi yaitu sistem atau mekanisme *i#rinolisis yang #erperan menghancurkan

    *i#rin secara enGimatik.Tiga komponen sistem *i#rinolisis"

    Plasminogen (#entuk proenGim dari plasmin. Plasminogen dise#ut juga

    pro*i#rinolisin). Plasmin adalah suatu enGim proteolitik dengan spesi*isitas

    yang tinggi terhadap *i#rin dan dapat memecah *i#rin, *i#rinogen, I V dan I

    V, komplemen, hormon, serta protein lainnya. Plasmin dise#ut juga

    *i#rinolisin.

    ktivator plasminogen (yang dapat mengakti*kan plasminogen menjadi

    plasmin).

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    23/24

    nhi#itor plasminogen (su#stansi yang dapat menetralkan plasmin). nhi#itor

    plasminogen yang mengontrol aktivitas plasmin seperti" M!plasmin inhi#itor

    (M!antiplasmin), M%proteinase inhi#itor (M%antitripsin atau M%antiroteinase),

    M!makroglo#ulin, antitrom#in (T), dan Plasminogen activatorinhi#itor% (P%).

    Pada tempat jaringan yang rusak, *i#rinolisis dimulai dengan peru#ahan plasminogen

    menjadi plasmin. Plasmin mempunyai #anyak *ungsi seperti degradasi dari *i#rin, inakti*asi

    *aktor V dan *aktor V dan akti*asi dari metaloproteinase yang #erperan penting dalam

    proses penyem#uhan luka dan per#aikan jaringan. ktivator! plasminogen memecah peptida

    dari plasminogen dan mem#entuk plasmin rantai dua. kti*asi menjadi plasmin dapat terjadi

    melalui tiga jalur yaitu "

    alur intrinsik, meli#atkan akti*asi dari proakti*ator sirkulasi melalui *aktor Ka dan

    kalikrein, yang aktivatornya #erasal dari plasma (dalam darah).

    alur ekstrinsik, dimana aktivatoraktivator dilepaskan ke aliran darah dari jaringan

    yang rusak, selsel atau dinding pem#uluh darah ( semua akti*ator juga protease).

    alur eksogen, dimana plasminogen diakti*asi dengan aktivator yang #erasal dari luar

    tu#uh seperti streptokinase (#akteri) dan urokinase (urin).

    -alam keadaan *isiologik, akti*asi plasminogen terutama oleh tissue plasminogen activator

    (tP) yang disintesis dan dilepas dari selsel endotelium pem#uluh darah dalam respons

    terhadap trom#in dan pada kerusakan sel. ktivator plasminogen jaringan (alteplase, tP)

    merupakan protease serin yang dilepaskan kedalam sirkulasi dari endotel vaskuler dalam

    keadaan luka atau stres dan mempunyai si*at katalitik Ainakti* kecuali #ila terikat dengan

    *i#rin.ktivator lain, urokinasetype plasminogen avtivator (uP), diproduksi diginjal dan

    ditemukan terutama dalam urine.

    Prourokinase merupakan prekusor Gat aktivator plasminogen, yaitu urokinase, yang

    tidak memperlihatkan derajat selekti*itas tinggi yang sama dengan *i#rin. 8rokinase yangdisekresikan oleh sel epitel tertentu yang melapisi saluran ekskretorik (misalnya to#ulus

    ginjal) kemungkinan terli#at dalam proses penghancuran (lisis) setiap *i#rin yang tertim#un

    didalam saluran terse#ut. ktivator plasminogen yang #erasal dari ketiga jalur intrinsik,

    ekstrinsik, dan eksogen, mengaktivasi plasminogen #e#as (dalam darah) atau plasminogen

    terikat (dalam #ekuan) menjadi plamin #e#as (dalam darah) dan plasmin terikat (dalam

    #ekuan). Plasmin mempunyai *i#rinogen dan *i#rin se#agai su#strat utamanya yang

    terpenting untuk produksi *ragmen*ragmen spesi*ik yang secara kolekti* dise#ut *i#rin

    degradation product (I-P), yang terdiri dari *ragmen K, N, -, . Iragmen - hasil pemecahan

  • 7/21/2019 Intan Rosita Maharani.docx

    24/24

    *i#rin #erupa dimer sehingga dise#ut O- -imer. Plasmin juga memecah *aktor V dan *aktor

    V. 4edakan *i#rinolisis diham#at oleh inhi#itor poten M! antiplasmin dan oleh M!

    makroglo#ulin. Plasmin #e#as yang #eredar dalam darah segera di inakti*kan oleh M!

    antiplasmin, sehingga pada keadaan normal di dalam darah tidak akan dijumpai plasmin

    #e#as. 5edangkan plasmin yang terikat *i#rin dalam plug hemostasis lokal terlindungi dari

    M! antiplasmin dan dapat memecah *i#rin menjadi I-P. :ila plasmin #e#as yang ter#entuk

    #erle#ihan sehingga melampaui kapasitas antiplasmin, maka plasmin #e#as terse#ut dapat

    menghancurkan *i#rinogen, I V, I V, dan protein lain. Penghancuran *i#rinogen

    (*i#rinogenolisis) juga menghasilkan *ragmen K, N, -, (I-P), tetapi *ragmen - hasil

    pemecahan *i#rinogen terse#ut #erupa monomer #ukan dimer. nhi#itor dari aktivator

    plasminogen juga memegang peranan penting dalam mengatur *i#rinolisis dan mem#atasinya

    pada #agian luka.

    Proses *i#rinolisis yang #erlangsung melalui aktivasi plasminogen dan plasmin terikat *i#rin

    dalam #ekuan adalah proses *i#rinolisis *isiologis (Ii#rinolisis 5ekunder). 5edangkan proses

    *i#rinogenolisis aki#at aktivasi plasmin #e#as yang #eredar dalam darah adalah patologis

    (Ii#rinolisi Primer).