beberapa reaksi kimia

Download Beberapa Reaksi Kimia

Post on 20-Feb-2016

218 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

reaksi kimia dalam kimia dasar 1

TRANSCRIPT

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA DASAR IBEBERAPA REAKSI KIMIA

OLEH :

NI LUH LINDA AYU OKTAVIANI1108105002KELOMPOK 1

JURUSAN KIMIAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS UDAYANA2011

BEBERAPA REAKSI KIMIA

I. TUJUAN PERCOBAAN Mengamati beberapa reaksi kimia yang terjadi pada percobaan ini Mengetahui konsep reaksi kimia Mengamati peristiwa perubahan kimia saat percobaan berlangsung.II. DASAR TEORIBanyak sekali reaksi kimia yang terjadi di bumi ini, misalnya proses fotosintesis pada tumbuhan hijau menghasilkan karbohidrat dan oksigen. Karbohidrat kemudian kita jadikan makanan pokok sehari-hari dan oksigen merupakan gas yang diisap ketika makhluk hidup bernafas. Proses kimia memberikan begitu banyak keuntungan bagi makhluk hidup mulai dari memanfaatkan suatu perubahan zat dari bentuk satu ke bentuk lainnya. Contohnya reaksi antara Sodium Bikarbonat dan Asam Sulfat menghasilkan gas Karbon Dioksida yang mana juga dimanfaatkan belakangan ini sebagai alat pemadam kebakaran. Reaksi kimia yang menghasilkan sama seperti penerapan alat pemadam kebakaran merupakan salah satu contoh perubahan-perubahan yang terjadi apabila reaksi kimia itu berlangsung. Sehingga pentingnya kelangsungan reaksi kimia dalam suatu kehidupan.Reaksi kimia adalah penggabungan atau penataulangan kembali susunan atom-atom dalam senyawa, sehingga tidak ada atom yang hilang maupun tercipta. Dalam reaksi kimia yang terjadi adalah perubahan struktur dan sifat-sifat materi. Misalnya:H2(g) + O2(g) H2O(l)Material awal dalam reaksi kimia disebut reaktan (zat pereaksi) dan substansi yang terbentuk sebagai hasil dari suatu reaksi kimia disebut produk (hasil reaksi). Dalam hal ini hydrogen dan oksigen adalah reaktan, sedangkan air adalah produk. Dalam persamaan dicantumkan pula keadaan fisik dan wujud dari masing-masing reaksi dan produk. Berlangsungnya proses ini bisa saja memerlukan energi (reaksi endotermal) atau melepaskan energi (reaksi eksotermal).Secara umum, ada empat ciri yang menunjukkan adanya perubahan kimia, yaitu: perubahan suhu, perubahan warna, pembentukan gas dan pembentukan endapan. Jika suatu perubahan kimia terjadi, kita dapat mengamati salah satu atau beberapa peristiwa-peristiwa berikut ini: Habisnya zat yang bereaksi Timbulnya gas Terjadi perubahan warna Timbul endapan Terjadi perubahan suhu Tercium adanya bau yang baruFaktor-faktor inilah yang digunakan untuk menunjukkan apakah suatu reaksi kimia telah terjadi atau tidak.

III. ALAT DAN BAHANa. Alat :1. 14

2. Gelas beker3. Gelas ukur4. Kaca arloji5. Batang pengaduk (spatula)6. Cawan penguap7. Steambath8. Neraca9. Lap10. Pipet tetes11. Botol semprot

b. Bahan :1. Tembaga (Cu) 0,21 gram2. Larutan HNO3 4 M sebanyak 10 ml3. Larutan KOH 1 M sebanyak 70 ml4. Air suling5. Larutan H2SO4 1 M sebanyak 5 ml6. Zn dalam bentuk serbuk 0,21 gram

IV. CARA KERJAa. Langkah I (reaksi antara logam Cu dan HNO3)Logam Cu seberat 0,21 gram yang sudah disediakan diambil dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas beker 250 ml. Selanjutnya, larutan HNO3 diukur sebanyak 10 ml dengan sangat hati-hati. Larutan HNO3 tersebut lalu dituangkan ke dalam gelas beker yang sudah berisi logam Cu. Setelah itu, gelas beker yang sudah berisi logam Cu dan larutan HNO3 tersebut ditutup dengan menggunakan kaca arloji. Gelas beker kemudian diamati dan dicatat apa yang terjadi pada campuran logam Cu dan larutan HNO3 tersebut. Reaksi dibiarkan terjadi sampai logam Cu habis bereaksi. Hasil reaksi kemudian disimpan untuk pengerjaan langkah selanjutnya.

+ h

b. Langkah II (Penambahan larutan KOH)Dengan hati-hati, 70 ml KOH ditambahkan ke dalam larutan Cu(NO3)2 yang terbentuk pada langkah pertama. Campuran KOH dan Cu(NO3)2 lalu diaduk secara perlahan. Kemudian larutan tersebut diamati dan dicatat apa yang terjadi. Hasil reaksi disimpan untuk pengerjaan langkah selanjutnya.

c. Langkah III (Pemanasan Cu(OH)2 dan Air Suling)Air suling sebanyak 50 ml ditambahkan ke dalam endapan Cu(OH)2 tersebut. Gelas beker beserta isinya dipanaskan. Selama pemanasan, larutan dalam gelas beker diaduk secara perlahan. Pemanasan dilanjutkan sampai mendidih dan tidak terjadi perubahan yang dapat teramati lagi. Batang pengaduk kemudian dikeluarkan dari larutan dan disemprot dengan aquades untuk melepaskan partikel-partikel yang melekat, kemudian gelas beker beserta isinya dibiarkan dingin sampai terjadi endapan. Cairan bening H2O dalam gelas kimia tersebut dituangkan ke dalam gelas kimia yang lain (dekantasi) dengan hati-hati agar padatan CuO yang ada tidak ikut tertuang. Padatan CuO dalam gelas kimia dicuci dengan menambahkan 100 ml air suling, kemudian zat padat dibiarkan kembali mengendap. Selanjutnya larutan tersebut didekantasi kembali. Pencucian diulang kembali dengan menambahkan 50 ml air suling. Hasilnya disimpan untuk pengerjaan tahap selanjutnya.

DIPANASKAN

d. Langkah IV (Penambahan larutan H2SO4)Dengan hati-hati, 3 ml larutan H2SO4 ditambahkan ke dalam gelas beker yang berisi CuO dan diaduk sampai tidak terlihat perubahan yang dapat teramati lagi. Hasil yang terlihat dicatat dan larutan ini disimpan untuk pengerjaan selanjutnya.

e. Langkah V (Penambahan logam Zn)0,21 gram logam Zn ditambahkan ke dalam CuSO4 di gelas beker tersebut, kemudian gelas beker ditutup. Perubahan yang terjadi diamati dan kemudian dicatat. Reaksi dibiarkan berlangsung sampai Zn habis bereaksi. Hal ini bisa dilihat dari tidak timbulnya gas lagi. Hasil ini disimpan untuk pengerjaan selanjutnya.

f. Langkah VI (Recovery Cu/Mendapatkan Cu kembali)Cairan bening ZnSO4 dalam gelas beker didekantasi dari padatan Cu. Hasilnya dicuci dengan 50 ml air suling. Padatan dibiarkan mengendap, kemudian didekantasi kembali. Kemudian cawan penguap yang bersih ditimbang dan dicatat massanya. Padatan Cu dalam gelas beker dituang ke dalam cawan penguap, kemudian hasilnya dikeringkan dengan memanaskan cawan penguap tersebut diatas steambath. Cawan penguap beserta isinya ditimbang dan dicatat massanya.

V. HASIL PENGAMATANa. Langkah I (Reaksi antara logam Cu dengan larutan HNO3) Data zat:

Hasil reaksi :

b. Langkah II (Penambahan KOH) Data zat :

Hasil Reaksi :

Ket: Dalam tahap ini endapan yang terjadi hanya bersifat sementara. Endapan terbentuk hanya saat KOH dituangkan. Setelah beberapa saat endapan tersebut lenyap.

c. Langkah III (Pemanasan) Ditambahkan 50 ml air suling pada gelas kimia yang berisi Cu(OH)2.No.Hasil PengamatanCiri-ciri

1.Perubahan Cu(OH)2 saat ditambah Akuadesa. Wujudb. Bentukc. WarnaCairBiru tua (Biru pekat)Larutan + Endapan

2.Hasil Pemanasan Cu(OH)2

Cu(OH)2(s) CuO(s) + H2O(s)a. Terjadi perubahan warna menjadi hitam pekat.b. Terjadi perubahan suhu akibat pemanasan.c. Terjadi gelembung ketika pemanasan berlangsung

3.Cu(OH)2 setelah didinginkana. Terbentuknya endapan berwarna hitam pada dasar gelas beker.b. Terbentuknya cairan bening berupa H2O

d. Langkah IV (Penambahan Larutan H2SO4) Data Zat :

Hasil Reaksi :

Ket: Warna CuSO4 kembali menjadi warna biru bening seperti Cu awal.

e. Langkah V (Penambahan logam Zn) Data Zat :

Hasil Reaksi :

Ket : - Sebelum berubah menjadi bening, larutan ZnSO4 berwarna biru tua.- Endapan yang terjadi merupakan Cu.

f. Langkah VI (Recovery Cu / Mendapatkan Cu kembali) Pisahkan endapan Cu dari cairan ZnSO4. Endapan Cu dikeringkan dengan cara pemanasan. Massa Cu kembali sebanyak 0,2 gram.

VI. PEMBAHASANa. Langkah I (reaksi antara logam Cu dan HNO3)Logam Cu yang berwarna merah kecoklatan dan larutan HNO3 yang berwarna bening dicampurkan secara perlahan. Dari pencampuran tersebut dihasilkan larutan Cu(NO3)2, uap air (H2O) dan pelepasan gas NO. Logam Cu yang direaksikan dengan larutan HNO3 perlahan-lahan akan habis bereaksi dan menghasilkan bentuk baru dengan persamaan:3Cu(s) + 8 HNO3(aq) 3Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 4H2O(l)Perubahan kimia yang pertama kali terjadi adalah perubahan warna. Terjadinya perubahan warna menandakan bahwa reaksi kimia sedang berlangsung. Logam Cu dengan warna merah kecoklatan dan larutan HNO3 yang berwarna bening berubah secara perlahan yaitu membentuk larutan Cu(NO3)2 yang berwarna biru bening.Selanjutnya logam Cu dan larutan HNO3 sedikit demi sedikit habis bereaksi dan menghasilkan gas NO serta uap air. Saat pelepasan gas NO, timbul uap berwarna coklat kemerahan dan terbentuk gelembung-gelembung kecil. Perlahan-lahan dengan terbentuknya larutan Cu(NO3)2 juga menghasilkan bau baru yang tercium sangat berbedab. Langkah II (Penambahan KOH)Larutan Cu(NO3)2 yang memiliki warna biru bening direaksikan dengan larutan KOH yang memiliki warna bening. Larutan Cu(NO3)2 larut dalam NaOH membentuk Cu(OH)2. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut :Cu(NO3)2(aq) + 2KOH(aq) Cu(OH)2(s) + 2KNO3(aq)Pada awalnya, KOH ditambahkan sebanyak 50 ml, namun karena belum ada perubahan yang terjadi maka dilakukan penambahan KOH sebanyak 20 ml, sehingga KOH yang digunakan sebanyak 70 ml. Saat penambahan KOH, larutan diaduk secara perlahan sampai terjadinya perubahan warna menjadi biru pekat dan dihasilkannya endapan dalam jumlah sedikit.

c. Langkah III (Pemanasan)Cu(OH)2 beserta larutan lainnya pada gelas beaker yang kemudian mengalami proses pemanasan, pencucian dengan air suling, dan dekantasi, mengakibatkan larutan pada gelas kimia secara bertahap mengalami banyak sekali perubahan kimia, yaitu perubahan warna, suhu serta terbentuknya endapan. Persamaan reaksi kimianya adalah :Cu(OH)2(s) CuO(s) + H2O(l) Padatan Cu(OH)2 ditambahkan air suling sebanyak 50 ml yang kemudian dipanaskan hingga menimbulkan perubahan warna menjadi larutan yang berwarna biru kehitaman dan disertai gelembung-gelembung. Setelah dipanaskan, larutan tersebut didinginkan sehingga terbentuk endapan CuO yang berwarna hitam pekat pada dasar gelas beaker dan terbentuk H2O pada bagian atas larutan