presentation1-rasional obat

Click here to load reader

Post on 21-Dec-2015

228 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

oke

TRANSCRIPT

Slide 1

DISUSUN OLEH:

Ammar Setyawan04054811416052Dessy Riska Sari04084811416096Siti Azizsa Airunnisa04054811416026Ria Nur Rachmawaty04054811416030Anastasia Oktarina04054811416029Vina Novin Phenomie04084811416103Baity Indriani04054811416029Putri Wulandari04084811416132

PEMBIMBING :dr.AsmaraniMa'mun, M.Kes

RASIONALITAS OBAT

1BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangProses pengobatan menggambarkan suatu proses normal dari pengobatan. Kenyataannya dalam praktek, sering dijumpai kebiasaan pengobatan (peresepan,prescribing habit) yang tidak berdasarkan proses dan tahap ilmiah tersebut.Penulisan resep yang tidak lengkap dapat mengakibatkan pemakaian obat yang tidak rasional merupakan masalah serius dalam pelayanan kesehatanPentingnya penulisan resep rasional, sehingga penulis ingin membahas penulisan resep rasional pada makalah ini.

221.2Rumusan MasalahBagaimana karakteristik kelengkapan administrasi resep pada Puskesmas di Kota Palembang?Bagaimana rasionalitas penulisan resep di Puskesmas Kota Palembang?

1.3Tujuan PenelitianTujuan UmumMenilai rasionalitas perepan obat di Puskesmas Kota PalembangTujuan KhususMengindentifikasi karakteristik kelengkapan administrasi resep

31.4Manfaat Penelitian

1.4.1PuskesmasSebagai sumber informasi untuk mengevaluasi administrasi dan kelengkapan resep untuk peningkatan pelayanan. 1.4.2Fakultas KedokteranSebagai sumber informasi untuk dapat dititik beratkan materi penulisan resep, aturan, dan kelengkapan administrasinya. 1.4.3 MahasiswaMenambah pengetahuan mengenai kelengkapan administrasi resep dan penulisan resep rasional

4BAB IITINJAUAN PUSTAKA Perencanaan ObatKegiatan yang dilakukan dalam perencanaan kebutuhan obat antara lain:a. Tahap Pemilihan Obatb. Tahap Perhitungan Kebutuhan Obatc. Menyusun perkiraan kebutuhan obat, metode yang lazim digunakan adalah: metode konsumsi dan metode epidemiologi55PermintaanKegiatan permintaan dari puskesmas ke GFK dapat dilakukan sebagai berikut:Permintaan rutin yaitu permintaan yang dilakukan sesuai dengan jadwal yang disepakati oleh Dinas Kesehatan dan masing-masing Puskesmas.Permintaan khusus yaitu permintaan yang dilakukan diluar jadwal yang telah disepakati apabila terjadi peningkatan yang menyebabkan kekosongan obat dan penanganan kejadian luar bias (KLB) serta obat rusak.

6Kegiatan utama dalam permintaan dalam pengadaan obat baik di Rumah sakit maupun Puskesmas antara lain berupa:Menyusun daftar permintaan obat-obatan yang sesuai dengan kebutuhan.Mengajukan permintaan kebutuhan obat kepada Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten dan GFK dengan menggunakan LPLPO. Penerimaan dan pengecekan jenis dan jumlah obat.

7Penggunaan Obat Rasional

IndikatorParameter PenilaianPeresepan Rata-rata jumlah obat yang diresepkan untuk tiap pasienPresentase peresepan obat generikPresentase peresepan antibiotikPresentase peresepan injeksiPresentase peresepan obat dari daftar obat esensial yang adaPelayanan pasien Rata-rata konsultasi Rata rata waktu yang dibutuhkan untuk penyerahan obat Presentase obat yang diserahkan kepada pasien Presentase obat yang pelabelannya mencukupi Pengetahuan pasien tentang pengobatan yang benarFasilitasKetersediaan formularium (daftar obat esensial)Ketersediaan obat-obat esensial 8Pendistribusian ObatKegiatan distribusi meliputi:a. Menentukan frekuensi/jadwal distribusi b. Menentukan jumlah obatc. Memeriksa mutu dan kadaluarsa obatd. Melaksanakan penyerahan9Siklus ObatGambar 2. Siklus Terapi Rasional

10BAB IIIHASIL DAN PEMBAHASAN3.1 HasilResep yang telah dikumpulkan berjumlah 100 resep dan berasal dari empat puskesmas yang tersebar di Kota Palembang, yakni Puskesmas Plaju, Puskesmas Multiwahana, Puskesmas Sei Selincah, dan Puskesmas Sematang Borang dengan tiap tiap puskesmas menyumbang 25 resep obat.Berikut adalah contoh penyakit dan obat yang sering digunakan di ke empat Puskesmas yang ada di Kota Palembang.

11No.AnamnesisDiagnosisTerapi1.Kepala pusing, tengkuk pegal-pegal, TD 170/100 mmHg.HipertensiAmlodipin 10 mg tab NO III (1dd1)HCT tab NO II (1 dd pagi hari)Neurodex tab NO III (1dd1)2.Dengkul terasa pegal-pegal dan ngilu. Terkadang pasien juga mengeluhkan sulit berjalanOANa Diklofenak tab XI (2dd1)Kalnek tab III (1dd1)Vit B com NO I (1dd1)3.Batuk, pilek, meriangISPAOBH syrup NO I (2dd1)Vit C NO III (1dd1)PCT NO. IX (3dd1)124.Mual, perut terasa kembungDispepsiaAntacid syr NO I (2dd1 1 jam sebelum makan)Ranitidine No III (1dd1)Vit B com No III (1dd1)5.Nyeri tenggorokan, demam (+) tidak terlalu tinngi, terasa mengganjal saat menelan (-).Faringitis AkutAmoxilin tab 500 mg 3x1/hariParacetamol tab 500 mg 3x1/hari6.Nyeri pada kedua lutut terutama saat bangun tidur.OsteoartritisPiroksikam tab 90 mg 1x1/hariAsam Mefenamat tab 250 mg 2x1/hariAntasida 3x1/hari7. Nyeri menelan, demam (+), terasa mengganjal saat menelan (+).Pemeriksaan fisik tonsil: T3/T3KonjungtivitisKloramfenikol ED, PCT.8.Demam, nyeri sendi, badan lesu.Observasi febrisParacetamol tab 500 mg 3x1/hariVit B com III (1dd1)9.Gatal gatal di malam hari miliariaTalc no 1Cetrizine tab no VI (2dd1)133.2 PembahasanMenurut WHO, peresepan rasional adalah memberikan obat sesuai dengan keperluan klinik, dosis sesuai dengan kebutuhan pasien, diberikan dalam jangka waktu yang sesuai dengan penyakit, dan dengan biaya termurah menurut pasien dan komunitasnya.14Berikut adalah contoh penulisan resep obat yang salah

Gambar 1. Contoh penulisan resep obat yang salah

15

Secara praktis, penggunaan obat dikatakan rasionalitas jika memenuhi kriteria seperti di bawah ini:

16Berikut adalah contoh penyakit dan obat yang sering digunakan di beberapa puskesmas.

KASUS 1

17Berdasarkan dari penulisan resep di atas, belum memenuhi format penulisan. Obat yang diresepkan pada resep di atas didasarkan pada keluhan pasien berupa :Keluhan: mengontrol tekanan darah dengan tekanan darah 130/90 mmHg. Diagnosis: hipertensi stage I (terkontrol)Pengobatan: Amlodipine 5 mg 1 X 1 selama 10 hari. Penetapan diagnosis: anamnesis dan pemeriksaan tekanan darah Tujuan terapi: mengontrol tekanan darah Golongan obat terpilih: Golongan ACE, inhibitor, penyakit kanal kalsium, beta blocker.

18Pemilihan kelompok obat berdasarkan criteriaKemanjuran Keamanan Kecocokan Biaya Gol ACE inhibitor++(-) efek samping batukTersedia di puskesmasPenyekat kanal CA++(+)Beta blocker+() efek samping banyakPilih obat PAmlodipine +++ tersedia di puskesmasNifedipine ++19Kesimpulan Diagnosis: hipertensi stage I (terkontrol)Pengobatan: Amlodipine 5 mg 1 X 1 selama 10 hari. Penetapan diagnosis: anamnesis dan pemeriksaan tekanan darah Cara pemberian obat: peroral setelah makan pagi hariLama pengobatan: sesuai rencana tindak lanjut

20Bila ditinjau dari rasionalitas obat, maka dapat disimpulkan bahwa:Pada kasus ini, penggunaan obat sudah cukup tepat.Pemberian dosis obat amlodipine 5 mg 1x1/hari sudah tepat dikarenakan hipertensi diderita oleh pasien adalah hipertensi grade I.Cara pemberian obat, waktu serta pemberian ke pasien sudah tepat.

21KASUS 2

22Obat yang diresepkan pada resep di atas didasarkan pada keluhan pasien berupa :Keluhan: nyeri dan pegal-pegal di pinggang sejak 3 hari yang lalu. Diagnosis: low back pain (LBP)Pengobatan: natrium diklofenak 25 mg 2 X 1 selama 3 hari dan vitamin B6 1X1 selama 4 hariPenetapan diagnosis: anamnesisTujuan terapi: mengurangi gejala LBP

23Pemilihan kelompok obat berdasarkan kritireaKemanjuran Keamanan Kecocokan Biaya Natrium Diklofenak++(+)tersedia di puskesmasAsam mefenamat (-) efek analgetik untuk OA kurang+-Tersedia di puskesmas Piroksikam- efek samping lebih banyak+Tersedia di puskesmasMeloksikam-++Tersedia di puskesmas24Bila ditinjau dari rasionalitas obat, maka dapat disimpulkan bahwa:Pada kasus ini, penggunaan obat sudah cukup tepat.Pemberian dosis obat natrium diklofenak 25 mg 2 X 1 dan vitamin B6 1X1 sudah tepat Cara pemberian obat, waktu serta pemberian ke pasien masih kurang tepat.

25KASUS 3

26Obat yang diresepkan pada resep di atas didasarkan pada keluhan pasien berupa :

Keluhan: demam sejak 2 hari yang lalu, pilek sejak 1 hari yang lalu. Diagnosis: Influenza Pengobatan: paracetamol syrup 3 X 1 sendok makan, CTM 2 X tablet selama 3 hari, Vitamin C syrp 1 X 1 sendok makan. Penetapan diagnosis: anamnesisTujuan terapi: mengobati gejala influenza

27Pemilihan kelompok obat berdasarkan kritireaKemanjuran Keamanan Kecocokan Biaya Paracetamol syrup++(+) tersedia di puskesmasParacetamol tablet++(-)tersedia di puskesmasAmoksisilin (antibiotik)+--Tersedia di puskesmasAsam mefenamat (-) efek analgetik untuk OA kurang+-Tersedia di puskesmas 28Bila ditinjau dari rasionalitas obat, maka dapat disimpulkan bahwa:Pada kasus ini, penggunaan obat sudah cukup tepat.Pemberian dosis obat paracetamol syrup 3 X 1 sendok makan, CTM 2 X tablet selama 3 hari, Vitamin C syrp 1 X 1 sendok makanCara pemberian obat, waktu serta pemberian ke pasien sudah tepat.Pemberian obat sudah tepat yaitu paracetamol syrup 3 X 1 sendok makan, 29KASUS 4

30Obat yang diresepkan pada resep di atas didasarkan pada keluhan pasien berupa :

Keluhan: pegal-pegal di kedua otot lengan dan punggung. Diagnosis: Mialgia Pengobatan: piroxicam 1 X 1 selama 6 hari, ranitidin 2 X 1 selama 5 hari, vit. B12 1 X 1 selama 6 hari dan kalk 1X 1 selama 6 hariPenetapan diagnosis: anamnesis Tujuan terapi: mengurangi gejala mialgia

Pada kasus ini terjadi multiple prescribing. Pada kasus ini, penggunaan obat masih belum rasional karena tidak tepat pemberian obat.

31Pemilihan kelompok obat berdasarkan kritireaKemanjuran Keamanan Kecocokan Biaya Natrium Diklofenak(+) namun efektivitas untuk mengobati OA kurang+(+)tersedia di puskesmasAsam mefenamat (-) efek analgetik untuk OA kurang+-Tersedia di puskesmas Piroksikam+ efek samping lebih banyak+Tersedia di puskesmasMeloksikam-++Tersedia di puskesmas32KASUS 5

View more