proposal terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi

Download PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI

Post on 11-Oct-2015

173 views

Category:

Documents

26 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PROPOSALTERAPI AKTIVITAS KELOMPOKSTIMULASI PERSEPSI HALUSINASIMASIH OBRAK-ABRIK :/

TRANSCRIPT

PROPOSALTERAPI AKTIVITAS KELOMPOKSTIMULASI PERSEPSI HALUSINASIDisusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Jiwa 1

Disusun oleh :Putri PamungkassariP07120112071Ratna Dewi Puspita SariP07120112072Retno Tri WuryaniP07120112073Rifaldi ZulkarnaenP07120112074Riski OktafianP07120112075Suci KurniawatiP07120112076Sukma IlahiP07120112077Tri Erawati LafranaP07120112078Utita AgustinaP07120112079Vinda Astri PermatasariP07120112080

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTAJURUSAN KEPERAWATAN2013TERAPI AKTIVITAS KELOMPOKSTIMULASI PERSEPSI HALUSINASI

A. Latar BelakangPada pasien gangguan jiwa dengan kasus Schizophrenia selalu diikuti dengan gangguan persepsi sensori dan halusinasi. Terjadinya halusinasi dapat menyebabkan klien menjadi menarik diri terhadap lingkungan sosialnya, hanyut dengan kesendirian dan halusinasinya sehingga semakin jauh dari sosialisasi dengan lingkungan disekitarnya.Atas dasar tersebut, maka kami menganggap dengan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) klien dengan gangguan persepsi sensori dapat tertolong dalam hal sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, tentu saja klien yang mengikuti terapi ini adalah klien yang sudah mampu mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK klien dapat bekerjasama dan tidak mengganggu anggota kelompok yang lain.B. Pengertian atau Landasan Teori1. Definisi HalusinasiHalusinasi adalah satu persepsi yang salah oleh panca indera tanpa adanya rangsang (stimulus) eksternal(Cook & Fontain,1987).Gangguan persepsi dimana klien mempersepsikan suatu yang sebenarnya tidak terjadi, suatu peneraapan panca indera tanpa adanya ransangan dari luar (Maramis,1998).Sebagai suatu persepsi dari luar tanpa adanya sumber dari luar (Schultz.J, 1986).2. Klasifikasi HalusinasiPada klien dengan gangguan jiwa ada beberapa jenis halusinasi dengan karakteristik tertentu, diantaranya :a. Halusinasi pendengaranKarakteristik ditandai dengan mendengar suara, teruatama suara suara orang, biasanya klien mendengar suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu.b. Halusinasi penglihatanKarakteristik dengan adanya stimulus penglihatan dalam bentuk pancaran cahaya, gambaran geometrik, gambar kartun dan panorama yang luas dan kompleks. Penglihatan bisa menyenangkan atau menakutkan.c. Halusinasi penghiduKarakteristik ditandai dengan adanya bau busuk, amis dan bau yang menjijikkan seperti: darah, urine atau feses. Kadang kadang terhirup bau harum. Biasanya berhubungan dengan stroke, tumor, kejang dan dementia.d. Halusinasi perabaKarakteristik ditandai dengan adanya rasa sakit atau tidak enak tanpa stimulus yang terlihat. Contoh: merasakan sensasi listrik datang dari tanah, benda mati atau orang lain.e. Halusinasi pengecapKarakteristik ditandai dengan merasakan sesuatu yang busuk, amis dan menjijikkan.f. Halusinasi sinestetikKarakteristik ditandai dengan merasakan fungsi tubuh seperti darah mengalir melalui vena atau arteri, makanan dicerna atau pembentukan urine.

3. Tanda dan gejalaTanda dan gejala dari halusinasi diantaranya (Townsend, 1998) :a. Berbicara sendirib. Tersenyum atau tertawa sendiric. Disorientasid. Pikiran cepat berubah ubahe. Bersikap seperti mendengarf. Konsentrasi rendahg. Berhenti berbicara di tengah- tengah kalimat untuk mendengarkan sesuatuh. Kekacauan alur pikiri. Respon tidak sesuai

4. Penyebab dari HalusinasiSalah satu penyebab dari Perubahan sensori perseptual : halusinasi yaitu isolasi sosial : menarik diri. Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain (Rawlins,1993).5. Akibat dari HalusinasiPasien yang mengalami perubahan persepsi sensori: halusinasi dapat beresiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungannya. Resiko mencederai merupakan suatu tindakan yang kemungkinan dapat melukai atau membahayakan diri, orang lain dan lingkungan.6. Hubungan Schizophrenia dengan HalusinasiHalusinasi pendengaran merupakan bentuk yang paling sering dari gangguan persepsi pada klien dengan gangguan jiwa (schizophrenia). Bentuk halusinasi ini bisa berupa suara suara bising atau mendengung. Tetapi paling sering berupa kata kata yang tersusun dalam bentuk kalimat yang mempengaruhi tingkah laku klien, sehingga klien menghasilkan respons tertentu seperti: bicara sendiri, bertengkar atau respons lain yang membahayakan.Bisa juga klien bersikap mendengarkan suara halusinasi tersebut dengan mendengarkan penuh perhatian pada orang lain yang tidak bicara atau pada benda mati. Halusinasi pendengaran merupakan suatu tanda mayor dari gangguan schizophrenia dan satu syarat diagnostik minor untuk metankolia involusi, psikosa mania depresif dan syndroma otak organik.Gangguan persepsi yang utama pada skizophrenia adalah halusinasi, sehingga halusinasi menjadi bagian hidup klien. Biasanya dirangsang oleh kecemasan, halusinasi menghasilkan tingkah laku yang tertentu, gangguan harga diri, kritis diri, atau mengingkari rangsangan terhadap kenyataan.Halusinasi pendengaran adalah paling utama pada skizophrenia, suara suara biasanya berasal dari Tuhan, setan, tiruan atau relatif. Halusinasi ini menghasilkan tindakan atau perilaku pada klien seperti yang telah diuraikan tersebut di atas (tingkat halusinasi, karakteristik dan perilaku yang dapat diamati).C. Metode Terapi Aktifitas KelompokMetode yang digunakan pada terapi aktifitas kelompok (TAK) ini adalah metode :1. Diskusi dan tanya jawab2. Melengkapi jadwal harian.Kegiatan TAK menggunakan sistem sesi yang dibagi menjadilimasesi, setiap sesi memiliki tujuan khusus yang berbeda. Pada TAK kali ini adalah melanjutkan kegiatan TAK sebelumnya, kali ini adalah TAK untuk sesi kelima yaitu tentang program pengobatan.1. Tata Tertib dan Program Antisipasia. Tata Tertibb. Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK.c. Peserta wajib hadir 5 menit sebelum acara dimulai.d. Peserta berpakaian rapih, bersih dan sudah mandi.e. Tidak diperkenankan makan, minum, merokok selama kegiatan (TAK) berlangsung.f. Jika ingin mengajukan atau menjawab pertanyaan, peserta mengangkat tangan kanan dan berbicara setelah dipersilahkan oleh pemimpin.g. Peserta yang mengacaukan jalannya acara akan dikeluarkan.h. Peserta dilarang keluar sebelum acara TAK selesai.i. Apabila waktu TAK sesuai kesepakatan telah habis, namun TAK belum selesai, maka pemimpin akan meminta persetujuan anggota untuk memperpanjang waktu TAK kepada anggota.2. Program AntisipasiAdabeberapa langkah yanga dapat diambil dalam mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi pada pelaksanaan TAK.Langkah-langkah yang diambil dalam program antisipasi masalah adalah:a. Apabila ada klien yang telah bersedia untuk mengikuti TAK, namun pada saat pelaksanaan TAK tidak bersedia, maka langkah yang diambil adalah: mempersiapkan klien cadangan yang telah diseleksi sesuai dengan kriteria dan telah disepakati oleh anggota kelompok lainnya.b. Apabila dalam pelaksanaan ada anggota kelompok yang tidak mentaati tata tertib yang telah disepakati, maka berdasarkan kesepakatan ditegur terlebih dahulu dan bila masih tidakcooperativemaka dikeluarkan dari kegiatan.c. Bila ada anggota kelompok yang melakukan kekerasan, leader memberitahukan kepada anggota TAK bahwa perilaku kekerasan tidak boleh dilakukan.D. Sesi sesi Terapi Aktivitas Kelompok.1. Sesi I: mengenal halusinasia. Tujuan Terapi aktivitas KelompokTujuan : Klien mampu mengenali halusinasi yang dialaminya.

b. Kriteria AnggotaKlien sebagai anggota yang mengikuti terapi aktifitas kelompok ini adalah :1) Klien dengan riwayat skizofrenia dengan disertai gangguan persepsi sensori halusinasi2) Klien yang mengikuti TAK ini tidak mengalami perilaku agresif atau mengamuk dalam keadaan tenang.3) Klien dapat diajak kerjasama (cooperative).c. Waktu dan Tempat PelaksanaanTerapi Aktivitas Kelompok ini dilaksanakan pada :Hari, Tanggal : ...Waktu : ... WIBTempat : ....d. Nama Klien dan RuanganKlien yang mengikuti kegiatan berjumlah ... orang, sedangkan sisanya sebagai cadangan jika klien yang ditunjuk berhalangan.Adapun nama-nama klien yang akan mengikuti TAK serta pasien sebagai cadangan yaitu :Klien peserta TAK :1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Klien peserta TAK cadangan :1. ..2. ..e. Media dan AlatTAK kali ini tidak menggunakan alat atau media yang spesifik, penggunaan alat ini hanya yang ada diruangan saja seperti :1) Spidol dan whiteboard atau papan tulis2) Jadwal kegiatan harian (jika ada yang dibuat saat TAK sebelumnya).3) Beberapa contoh obat.4) Tape recorder untuk game jika ada.f. Metode1) Diskusi dan tanya jawab.2) Bermain peran atau simulasi.g. Susunan pelaksanaYang bertugas dalam TAK kali ini disesuaikan dengan petugas setiap sesi yang telah disepakati, sebagai berikut :1. Leader: 2. Co.Leader: 3. Fasilitator 1: 4. Fasilitator 2: 5. Fasilitator 3: 6. Fasilitator 4: 7. Fasilitator 5: 8. Fasilitator 6: 9. Fasilitator 7: 10. Fasilitator 8: 11. Fasilitator 9: 12. Fasilitator 10: 13. Observer: 14. Observer: 15. Observer: h. Uraian Tugas Pelaksana1) LeaderTugas :a) Memimpin jalannya terapi aktifitas kelompok.b) Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya terapi.c) Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK.d) Memimpin diskusi kelompok.2) Co.LeaderTugas :a) Membuka acara.b) Mendampingi leaderc) Mengambil alih posisi leader jika leader bloking.d) Menyerahkan kembali posisi kepada leader.e) Menutup acara diskusi.3) FasilitatorTugas :a) Ikut serta dalam kegiatan kelompok.b) Memberikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok untuk aktif 4) Observera) Mencatat serta mengamati respon klien ( dicatat pada format yang tersedia )b) Mengawasi jalannya aktifitas kelompok dari mulai persiapan, proses, hingga penutupan.i. Setting TempatAdapun setting tempat yang akan digunakan untuk pertemuan TAK adalah sebagai berikut :1) Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran.2) Ruangan nyaman dan tenang.j. Mekanisme Kegiatan1) Persiapana) Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu klien dengan pe