tak stimulasi persepsi halusinasi.rtf

Download TAK STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI.rtf

If you can't read please download the document

Post on 29-Nov-2015

195 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

halussinasi

TRANSCRIPT

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI

DI RUANG PARKIT

RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT

Oleh:

KELOMPOK H

DEPARTEMEN KEPERAWATAN JIWA

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI KEPERAWATAN

STIKES SURYA MITRA HUSADA

KEDIRI

2013

LEMBAR PENGESAHAN

Proposal Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Sensori Halusinasi di Ruang Parkit telah disahkan sebagai laporan Praktik Keperawatan Jiwa Pendidikan Ners Stikes Surya Mitra Husada

Kelompok H :

Irmina Berkanis(09110901)Heni B. Bosoin(09110915)Wenseslaus Amsikan()Fatma Lukisia (08110470)Nur Inayati(12110850 )Dyaning Palupi D. U(08110461)

Lawang, Mei 2013

Mengetahui,

Pembimbing Pendidikan Kepala Ruangan

Fitria Embun Sari, S.Kep. Ns. Agus Yulianto, S.Kep. Ns

NIK. NIP.

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Klien yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa umunnya disertai oleh banyak keluhan, misalnya tidak dapat diatur di rumah, diam saja tidak mau mandi, keluyuran mengganggu orang lain dan sebagainya. Setelah dirawat di rumah sakit jiwa hal yang sama masih terjauh seperti klien banyak diam, menyendiri tanpa ada kegiatan, hari-hari perawatan dilalui dengan makan, minum obat dan tidur.

Setiap individu mempunyai potensi untuk terlibat dalam hubungan sosial pada berbagai tingakat hubungan intim, biasa sampai hubungan saling ketergantungan. Keintiman dan saling ketergantungan dalam menghadapi dan mengatasi berbagai kebutuhan setiap hari. Individu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan dengan lingkungan sosial.

Kepuasan dalam berhubungan dapat dicapai jika individu dapat terlibat secara aktif dalam hubungan disertai dengan respon lingkungan akan meningkatkan rasa memiliki, kerja sama, hubungan imbal balik yang singkron (Struat & Sundeen, 1995).

Pada dasarnya kemampuan hubungan sosial berkembang sesuai dengan proses tumbuh kembang individu mulai dari bayi sampai dewasa lanjut. Untuk mengembangkan hubungan sosial yang positif setiap tugas perkembangan daur kehidupan diharapkan dilalui dengan sukses.

Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu tindakan keperawatan untuk klien gangguan jiwa. Terapi ini adalah terapi yang pelaksanaanya merupakan tanggung jawab penuh dari seorang perawat.

Oleh karena itu seorang perawat khususnya perawat jiwa haruslah mampu melakukan terapi aktivitas kelompok secara cepat dan benar. Untuk mencapai hal tersebut diatas perlu dibuat suatu pedoman pelaksanaan terapi aktivitas kelompok, salah satunya adalah Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS).

TUJUAN

Tujuan Umum

Klien mampu meningkatkan hubungan interpesonal antar anggota lain dalam satu kelompok.

Tujuan KhususKlien mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi stimulus eksternal yang diberikan melalui gambar.Klien mampu menyebutkan identitas dirinya.Klien mampu menyebutkan identitas klien lain.Klien mampu berespon terhadap klien lain dengan mendengarkan klien lain yang sedang berbicara.Klien mampu memberikan tanggapan pada pertanyaan yang diajukan.Klien mampu menterjemahkan perintah sesuia denga n permainanan.Klien mampu mengikuti peraturan main yang ditetapkan.Klien mampu mengemukakan pendapat mengenai terapi aktivitas kelompok yang dilakukan.

KARAKTERISTIK

Berdasarakan latar belakang dan tujuan tersebut diatas maka karakteristik klien yang diberikan dalam aktivitas kelompok ini adalah klien dengan menarik diri.

BAB II

TINJAUAN TEORI

Definisi

Terapi Aktivitas Kelompok Sosial (TAKS) adalah upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial.

Tujuan

Tujuan Umum

Klien mampu meningkatkan hubungan interpersonal antar orang lain dalam satu kelompok.

Tujuan KhususKlien mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi stimulus eksternal yang diberikan melalui gambarKlien mampu menyebutkan identitas dirinya.Klien mampu menyebutkan identitas klien lain.Klien mampu berespon terhadap klien lain dengan mendengarkan klien lain yang sedang berbicara.Klien mampu memberikan tanggapan pada pertanyaan yang diajukan.Klien mampu menterjemahkan perintah sesuia denga n permainanan.Klien mampu mengikuti peraturan main yang ditetapkan.Klien mampu mengemukakan pendapat mengenai terapi aktivitas kelompok yang dilakukan.

Aktivitas dan Indikasi

Aktivitas TAKS dilakukan 7 sesi yang melatih kemampuan sosialisasi klien. Klien yang mempunyai indikasi TAKS adalah klien dengan gangguan hubungan sosial berikut:

Klien menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi sosial.Klien kerusakan komunikasi verbal yang telah berespon yang sesuai dengan stimulus.

Model Terapi Aktivitas Kelompok

Focal Conflict Mode

Dikembangkan berdasarkan konflikyang tidak didasari dan berfokus pada kelompok memahami konflik dan membantu penyelesaian masalah ditanggapi anggota dan leader mengarahan alternatif penyelesaian masalah.

Model komunikasi

Dikembangkan berdasarkan teori dan prinsip komunikasi, bahwa tidak efektifnya komunikasi akan membawa kelompok menjadi tidak puas. Tujuan membantu meningkatkan ketrampilan interpesonal dan sosial anggota kelompok. Tugas leader adalah memfasilitasi komunikasi yang efektif antar anggota dan mengajarkan pada kelompok bahwa perlu adanya komunikasi dalam kelompok, anggota bertanggung jawab terhadap apa yang diucapkan, komunikasi pada semua jenis (verbal, non verbal, terbuka dan tertutup serta pesan yang disampaikan harus dipahami orang lain).

Model interpesonal

Tingkah laku (pikiran, perasaan dan tindakan) digambarkan melalui hubungan interpersonal dalam kelompok. Pada model ini juga menggambarkan sebab akibat tingkah laku anggota dari tingkah laku anggota yang lain. Terapis bekerja dengan individu dan kelompok anggota belajar dari interksi antar anggota dan terapis. Melalui proses ini, tingkah laku atau kesalahan dapat dikoreksi dan dipelajari.

Model psikodarma

Dengan model ini dapat memotivasi anggota kelompok untuk berakting sesuai dengan peristiwa yang baru terjadi atau peristiwa yang lalu, sesuai peran yang diperagakan. Anggota diharapkan dapat memainkan [eran sesuai peristiwa yang pernah dialami.

Metode

Kelompok didaktik.Kelompok sesuai terapeutik.Kelompok inspirasi represif.Psikodrama.Kelompok interaksi bebas.

Tahap-tahap dalam TAKS

Menurut Yalom yang dikutip oleh Stuart & Sundeen, 1995. Fase-fase dalam terapi aktivitas kelompok sebagai berikut:

Fase kelompok

Dimulai dengan membuat tujuan, merencanakan siapa yang menjadi leader, anggota, dimana, kapan kegiatan kelompok tersebut dilaksanakan. Proses evaluasi pada anggota kelompok. Menjelaskan sember-sumber yang diperlukan kelompok seperti proyekor.

Fase awal

Pada fase ini terdapat 3 kemungkinan tahapan yang terjadi yaitu orientasi, konflik dan kebersamaan.

Orientasi

Anggota mulai mengembangkan sistem sosial masing-masing dan leader mulai menunjukkan rencana terapi dan mengambil kontrak dengan anggota.

Konflik

Merupakan masa sulit dalam proses kelompok,anggota mulai memikirkan siapa yang berkuasa dalam kelompok, bagaimana peran anggota, tugasnya dan saling ketergantungan yang akan terjadi.

Kebersamaan

Anggota mulai bekerja sama untuk mengatasi masalah, anggota mulai menemukan siapa dirinya.

Fase kerja

Pada tahap ini kelompok sudah menjadi tim. Perasaan positif dan negatif dikoreksi dengan hubunga saling percaya yang telah dibina. Bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah disepakati, kecemasan menurun, kelompok lebih stabil dan resalistis, mengeksplorasikan lebih jauh sesuai dengan tujuan dan tugas kelompok. Dan penyelesaian masalah yang kreatif.

Fase terminasi

Ada dua jenis terminasi(akhir dan sementara). Anggota kelompok mungkin mengalami terminasi premature, tidak sukses atau sukses.

Peran Perawat Dalam Terapi Aktivitas Kelompok

Mempersiapkan program terapi aktivitas kelompokSebagai leader dan co leaderSebagai fasilitatorSebagai observerMengatasi masalah yang timbul pada saat pelaksanaan

Uraian Struktur Kelompok

Hari/tanggalTempatWaktuLama kegiatanPerkenalan dan pengarahan : 5 menitRole Play: 5 menitPermainan dan diskusi : 5 menitEvaluasi : 5 menitPenutup : 5 menitJumlah peserta : 10 orang Perilaku yang diharapkan dari kelompokKlien dapat melakukan permainanKlien dapat memperkenalkan dirinya ( nama, usia, asal)Klien dapat memberikan pendapat atau komentar dari permainan.Klien dapat berperan aktif dalam kelompok dengan cara mengungkapkan pengalaman, hobi dan aspek positif atau kemampuan yang dimilikinya dan memberikan dukungan pada klien lain.Klien dapat mengontrol emosinya selama kegiatan berlangsung.Klien tidak meninggalkan kelompok pada saat permainan.

Metode dan Media

Metode : dinamika kelompok, diskusi,

Media: buku tulis, spidol, tipe recorder beserta kasetnya dan bola.

Pengorganisasian

a. Leader : Wenseslaus Amsikan

b. Co. Leader : Irmina Berkanis

c. Fasilitator 1 : Dyaning Palupi D.U

d. Fasilitator 2 : Nur Inayati

e. Fasilitator 3 : Heni B. Bosoin

f.Observer : Fatma Lukisia

Strategi Tempat Duduk Peserta TAKS

Pasien

Fasilitator

Leader

Co Leader

Observer

Pasien

Pasien

Fasilitator

Pasien

Pasien

Pasien

Pasien

Fasilitator

Pasien

Pasien

Pasien

Posisi duduk peserta TAKS adalah membentuk lingkaran, dimana setiap mahasiswa mendampingi 2 orang klien dan 1 mahasiswa sebagai leader.

Uraian Pembagian Tugas

Recommended

View more >