tugas isbd

of 25 /25
TUGAS ISBD ! PENGERTIAN ADAB DAN PERADABAN PENGERTIAN ADAB DAN PERADABAN Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.Dengan batasan-batasan pengertian di atas maka istilah peradaban sering dipakai untuk hasil-hasil kebudayaan seperti: kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat sopan santun serta pergaulan. Selain itu juga kepandaian menulis, organisasi bernegara serta masyarakat kota yang maju dan kompleks. Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. Damono, 2001 menyatakan Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Fairchild, 1980:41, menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. Kontjaranigrat (1990 : 182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. Ibnu Khaldun (1332-1406 M) melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia, kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi), lewat ashabiyah (group feeling), merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku, atau agama, yang membedakannya dari yang lain, tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial, kebudayaan, cara berkehidupan yang sudah maju, termasuk system IPTEK dan pemerintahannya. Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor: 1. Pendidikan 2. Kemajuan teknologi dan Ilmu pengetahuan. Wujud Peradaban Moral : 1. Nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan. 2. Norma : aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. 3. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan sebagai etiket, sopan santun. 4. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, mencakup kesatuan (unity), keselarasan (balance), dan kebalikan (contrast).

Author: widya

Post on 09-Jul-2016

230 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

adab dan peradaban

TRANSCRIPT

TUGAS ISBD !PENGERTIAN ADAB DAN PERADABANPENGERTIAN ADAB DAN PERADABANIstilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.Dengan batasan-batasan pengertian di atas maka istilah peradaban sering dipakai untuk hasil-hasil kebudayaan seperti: kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat sopan santun serta pergaulan. Selain itu juga kepandaian menulis, organisasi bernegara serta masyarakat kota yang maju dan kompleks.Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species.Damono, 2001 menyatakan Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti.Fairchild, 1980:41, menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.Kontjaranigrat (1990 : 182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.Ibnu Khaldun (1332-1406 M) melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia, kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi), lewat ashabiyah (group feeling), merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku, atau agama, yang membedakannya dari yang lain, tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial, kebudayaan, cara berkehidupan yang sudah maju, termasuk system IPTEK dan pemerintahannya.Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor:1. Pendidikan2. Kemajuan teknologi dan Ilmu pengetahuan.Wujud Peradaban Moral :1. Nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.2. Norma : aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benar atau salah, baik atau buruk.3. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan sebagai etiket, sopan santun.4. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, mencakup kesatuan (unity), keselarasan (balance), dan kebalikan (contrast).

BAB 3MANUSIA DAN PERADABAN1. Pengertian Adab dan PeradabanPeradaban berasal dari kata adab yang berarti kesopanan, kehormatan, budi bahasa dan etiket. Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan ilmu teknik untuk kegunaan praktis.Istilah peradaban juga digunakan untuk menyebut kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, system kenegaraan, dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks.2. Pengertian Manusia sebagai Makhluk Beradab dan Masyarakat AdabManusia beradab karena dalam jiwanya dilengkapi dengan akal, nurani, dan kehendak. Akal berfungsi sebagai alat pikir dan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi. Nurani berfungsi sebagai alat merasa, menentukan kata hati dan sumber kesenian. Kehendak berfungsi sebagai alat memutus, menentukan kebutuhan, dan sumber kegunaan.3. Evolusi Budaya dan Tahapan-Tahapan KebudayaanMenurut Munandar Sulaiman (1992 : 3-4), latar belakang terjadinya evolusi budaya, yaitu: Jarak komunikasi antar kelompok etnis Pelaksanaan pembangunan Kemajuan IPTEK4. Dampak Evolusi BudayaEvolusi (perubahan) budaya dapat berakibat positif, yaitu memperkaya nilai-nilai kehidupan yang sudah ada, mendorong kearah kemajuan dan menyejahterakan kehidupan masyarakat. Selain itu, evolusi budaya juga dapat berakibat negative, yaitu merusak nilai-nilai kehidupan yang sudah ada, menghambat kemajuan, memperburuk sendi-sendi kehidupan, dan merugikan masyarakat sehingga terjadi krisis kemasyarakatan.5. Peradaban dan Perubahan SosialPerwujudan budaya dapat menekankan pada akal (rasio) saja atau menekankan pada semua unsur akal, nurani, dan kehendak sebagai satu kesatuan utuh. Dengan penekanan pada akal, muncul pernyataan ada peradaban tinggi dan ada peradaban rendah karena diukur dengan tingkat berpikir manusia.Orang Barat yang mempunyai peradaban tinggi dengan teknologi canggih belum tentu kebudayaannya tinggi jika semua itu hanya akan membinasakan umat manusia.6. Wujd-Wujud Peradaban (Nilai, Moral, Norma, Etika, dan Estetika) NilaiMenilai berarti mempertimbangkan untuk menentukan apakah sesuatu itu bermanfaat atau tidak. MoralMoral adalah kebiasaan berbuat baik. Orang dikatakan bermoral apabila dapat mewujudkan kodratnya untuk berbuat baik, jujur, dan adil dalam tindakannya. NormaNorma adalah suatu aturan yang berlaku, bersifat mengikat, dan diperlukan dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia. Terdapat berbagai macam norma, diantaranya norma agama, norma kesusilaan, norma sopan santun, dan norma hukum (paling kuat keberlakuannya). EtikaIstilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos yang berarti adat kebiasaan atau akhlak yang baik. Etika adalah ilmu tentang kebiasaan perilaku yang baik. EstetikaEstetika adalah ilmu yang menelaah dan membahas aspek-aspek keindahan sesuatu, yaitu mengenai rasa, sifat, norma, cara menanggapi, dan cara membandingkannya dengan menggunakan penilaian perasaan.7. Tradisi, Modernisasi, dan Masyarakat MadaniTradisi adalah suatu kebiasaan, suatu kepercayaan yang sudah mendarah daging pada suatu masyarakat, yang jika tidak dilaksanakan akan mengakibatkan suatu kejelekan.Proses modernisasi mencakup proses yang sangat luas. Kadang-kadang batasnya tidak dapat ditetapkan secara mutlak. Mungkin disuatu daerah tertentu, modernisasi mencakup pemberantasan buta huruf, namun bisa berarti berbeda di daerah lain.8. Ketenangan, Kenyamanan, Ketentraman, dan Kedamaian sebagai Makna Hakiki Manusia yang BeradabDalam kehidupan manusia disadari bahwa sesuatu yang baik, indah, dan berguna akan menciptakan kesenangan, kebahagiaan, dan kedamaian bagi semua orang.9. Peradaban dan Problematikanya bagi Kehidupan Manusia9.1 Kemajuan media komunikasi bagi adab dan peradaban manusiaManusia memiliki kehidupan yang bersifat material dan spiritual. Oleh karena itu, manusia selalu berusaha dan berharap bisa merasakan kenyamanan kehidupan material dan spiritualnya.9.2 Kemajuan IPTEK bagi adab dan peradaban manusiaDengan majunya IPTEK, pola pikir manusia juga lebih maju dan hal ini harus diimbangi denganadab atau peradaban yang baik agar tidak menimbulkan dampak negatif.10. Pertumbuhan dan Perkembangan Demogfari terhadap Adab dan Peradaban ManusiaDemografi adalah studi ilmiah yang menyangkut masalah kependudukan. Demografi mempelajari jumlah, persebaran territorial, dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebab perubahan itu, yang biasanya muncul karena natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian), gerak teritorial (migrasi), dan mobilitas sosial (pergerakan penduduk, namun penduduk tersebut tidak berniat untuk menetap di daerah tujuan).ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR (ISBD)

BAB IPENDAHULUAN

1.1Latar BelakangKonsep peradaban adalah perkembangan kebudayaanyang telahmencapai tingkat tertentuyang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi, spiritual yang terlihat pada masyarakatnya.Dinamika peradaban manusia dalam sejarahnya selalu tumbuh dan berkembang secara dinamis sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam setiap sejarah kehidupan manusia itu sendiri. Sebagai makhluk yang terus mencari dan menyempurnakan dirinya, manusia senantiasa berusaha dan berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya untuk tetap eksis dansurvive di tengah kebersamaannya di tengah manusia lainnya.Manusiadalamkehidupannyamempunyai3 fungsi, yaitu:1.Sebagai makhluk Tuhan,2.Sebagaimakhlukindividu,3.Sebagaimakhluk social budayaPeradaban (civilization), biasanya dipakai untuk bagan-bagan danunsur-unsur yang halus dan indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopansantun dan sistem pergaulan yang kompleks dalam suatu masyarakat dengan strukturyang kompleks.Peradaban sering pula dipakai untuk menyebutkan suatu kebudayaan.Peradaban hanya menekankan pada unsure tertentu, mungkin masuk akal (tingkat berpikir) mungkin masuk unsure nurani.

1.2Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut:1.Apa pengertian adab dan peradaban dan faktor yang mempengaruhi peradaban bangsa serta wujud-wujud peradaban?2.Apa pengertian masyarakat madani?3.Bagaimana ciri-ciri masyarakat madani?4.Bagaimana tradisi bangsa di tengah era modernisasi?5.Bagaimanaproblematika peradaban dalam kehidupan manusia?1.3Tujuan Penulisan MakalahAdapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:1.Untukmengetahui pengertian adab dan peradaban serta faktor-faktor yang mempengaruhi peradaban bangsa serta wujud-wujudnya.2.Untukmengetahui pengertian masyarakat madani.3.Untuk mengetahui ciri-ciri masyarakat madani.4.Untuk mengetahui tradisi bangsa di era modernisasi.5.Untuk mengetahui problematika peradaban dalam kehidupan manusia.

1.4ManfaatAdapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu dapat menambah wawasan mahasiswa tentang adab dan peradaban, masyarakat madani, tradisi dan modernisasi, serta problematika peradaban yang berada dalam kehidupan manusia.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1Pengertian Adab Dan PeradabanIstilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization.Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan.Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.Dengan batasan-batasan pengertian di atas maka istilah peradaban sering dipakai untuk hasil-hasil kebudayaan seperti: kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat sopan santun serta pergaulan. Selain itu juga kepandaian menulis, organisasi bernegara serta masyarakat kota yang maju dan kompleks.Adab adalah kata asal dari peradaban yang artinya akhlak, kesopanan, moral, dan kehalusan budi, budi luhur, manusia beradap yaitu manusia yang memiliki akhlak yang mulia yang berbudi pekerti luhur, memiliki moral yang tinggi dan kebalikannya adalah manusia yang biadab. Manusia yang tidak bermoral, kejam keji berperilaku kasar dan tidak berbudi pekerti, jahat. beradab adalah merupakan konsep-konsep norma-norma tertentu berupa perilaku wajar, diterima olehmasyarakat luas, yang dibutuhkan tata kehidupan yang aman tentram dan damai.Pemaksaan norma kepada bangsa lain, yang akhirnya berangsur-angsur berubah, meskipun pemaksaan semacam ini masih tetap ada tetapi sangat kecil dan halus. Beberapa pendapat tentang pengertian peradaban antara lain: Huntingtonmendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. Damono, 2001 menyatakan Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Fairchild, 1980:41, menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. Kontjaranigrat(1990 : 182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. Ibnu Khaldun(1332-1406 M) melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia, kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi), lewat ashabiyah (group feeling), merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku, atau agama, yang membedakannya dari yang lain, tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial, kebudayaan, cara berkehidupan yang sudah maju, termasuk system IPTEK dan pemerintahannya.

Pengertian Manusia sebagai Makhluk Beradab dan Masyarakat AdabManusia memiliki beberapa sifat hakekat kodrati, yaitu sebagai makhluk berfikir, social (bermasyarakat), susila, indah dan agamis, sebagai dari bagian dari unsure-unsur adab.Oleh karena itu manusia boleh dikatakan sebagai manusia beradab (memiliki adab). Manusia sebagai makhluk beradab, maka manusia tidak akan lepas dari unsure-unsur yang baik, yang berupa budi pekerti luhur, sebagai cirri-ciri makhuk beradab. Kualits keberadaban masing-masing bangsa memiliki keaneka ragaman yang berbeda tergantung pada situasi dan kondisi, serta kemajuan berfikir masing-masing bangsaitu sendiriMasyarakat adab adalah masyarakat berpendidikan tinggi, sopan dan bebudi pekerti luhur, berakhlak dan berkesopanan serta memilikirasa toleransi, tepo seliro yang tinggi.Kita semua menganggap masyarakat kita beradab, namun kita juga harus menerima kenyataan bahwa masyarakat kita masih banyak yang arogan dan anarkhis. Masyarakat adab (civil society) suatu kombinasi yang ideal antarakepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap NegaraEvolusiPeradaban dan Tahapan-TahapannyaAkhlak, kesopanan dan budi pekerti menentukan tingkatan beradab atau tidaknya manusia.Kita menganggap masyarakatkita beradab sesuai dengan budaya timur.Tapi apakah budaya barat menganggap masyarakat kita sudah beradab?Belum tentu, karena susdut pandang masyarakat barat yang berbeda dengan kita.Peradaban juga berarti tahapan yang tinggi pada skala evolusi budaya.Mengau pada perbedaan manusia yang beradab terhadap manusia yang biadab.Masyarakat yang kurang beradab cirri-ciri utama melekat pada perbedaan tingkat intelektual, perasaan keindahan, penguasaan teknologi dan tingkat spiritual yang dimilikinya. Berdasarkan raian tersebut diatas antara evolusi budaya dan peradaban, merupakan jalur yang sejalan yang dilalui oleh proses perkembangan budaya masyarakat yang bersangkutan.Empat tahapan dalam evolusi budaya dalam kehidupan yaitu:1. Tahapan I, tahapan peradaban meramu dan berburu (gathering and hunting).2. Tahapan II, peradaban pertanian dan peternakan.3. Tahapan III, tahap peradaban industri.4. Tahapan IV, tahap peradaban informasi.Sedangkan untuk Indonesia masih pada taraf peradaban pertanian, berarti masih dalam tahapan pertama dan masih budaya konsumtif belum produktif, duduk dengan santai dengan kondisi tangan dibawah, belum suka bekerja keras dalam gayahidup mewah.2.1.1Tinggirendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor:1.Pendidikan2.Kemajuan teknologi dan Ilmu pengetahuan

2.1.2WujudPeradabanMenurutBenedict Anderson: Komunitas-komunitas yang imagined adalah nasionalisme, karena meski sesama warga negara tidak bertemu, mereka merasa dalam satu kesatuan kebangsaan, maka peradapan dapat berarti, masyarakat yang merasa sebagai bagian dari suatu kesatuan peradapan.Peradaban dapat berwujud sebagai berikut:Wujud Peradaban Moral :Moral adalah nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan moral atau kesusilaan dan kesopanan/akhlak.1.Nilai-nilaidalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.2.Norma: aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benar atau salah, baik atau buruk.3.Etika: nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan sebagai etiket, sopan santun.4.Estetika: berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, mencakup kesatuan (unity), keselarasan (balance), dan kebalikan (contrast).Wujud Peradaban Norma :Norma merupakan aturan ukuran, atau pedoman yang digunakan dalam menentukan sesuatu baik atau buruk,betul atau salah.norma, ada beberapa jenis, diantaranya :1.Norma masyarakat2.Norma hukum3.Norma agama dan lain sebagainya.

2.2Pengertian Masyarakat MadaniIstilah masyarakat madani dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah civil society pertama kali dikemukan oleh Cicero dalam filsafat politiknya dengan istilah societies civilis yang identik dengan negara. Dalam perkembangannya istilah civil society dipahami sebagai organisasi-organisasi masyarakat yang terutama bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara serta keterikatan dengan nilai-nilai atau norma hukum yang dipatuhi masyarakat.Masyarakat madani adalah masyarakat yang berbudaya, maju dan modern, setiap warganya menyadari dan mengetahui hak-hak dan kewajibannya terhadap negara, bangsa dan agama serta terhadap sesama, dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Pengertian masyarakat madani sudah diperbincangkan sejak tahun 1990-an di kalangan kaum intelektual. Istilah masyarakat madani adalah terjemahan dari kata civil society, seperti masyarakat sipil, masyarakat kewargaan, dan masyarakat warga.Dalam pengertian masyarakat madani ditandai dengan adanya identitas yang dimiliki bersama sehingga hak dan tanggung jawab warga negara diberikan secara proporsional dan seimbang.Ciri masyarakat madani lainnya adalah adanya perlindungan hak-hak warga negara dalam pengertian luas mencakup aspek politik, ekonomi, sosial budaya, hukum dan lain sebagainya. Adanya perlindungan hak-hak warga negara dari penguasa dan pemerintah pada akhirnya akan melahirkan kepercayaan dan keamanan di tengah-tengah masyarakat. Hal ini merupakan modal yang sangat penting bagi terwujudnya sebuah kehidupan yang harmonis dan damai.Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita kaji, masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya democratic governance (pemerinthana demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security, civil responsibility dan civil resilience). Apabila diurai, dua kriteria tersebut menjadi tujuh prasyarat masyarakat madani yang tanpa prasyarat berikut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon, prasyarat tersebut adalah sebagai berikut:a.Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat.b.Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok.c.Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan; dengan kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial.d.Adanya hak, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadaya untuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan.e.Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.f.Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi, hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan social.g.Adanya jaminan, kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur, terbuka dan terpercaya.Tanpa prasyarat diatas maka masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat sipilisme yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia. Dengan kata lain, ada beberapa rambu-rambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan masyarakat madani (lihat DuBois dan Milley, 1992). Rambu-rambu tersebut dapat menjadi jebakan yang menggiring masyarakat menjadi sebuah entitas yang bertolak belakang dengan semangat negara-bangsa:1.Sentralisme versus lokalismeMasyarakat pada mulanya ingin mengganti prototipe pemerintahan yang sentralisme dengan desentralisme. Namun yang terjadi kemudian malah terjebak ke dalam faham lokalisme yang mengagungkan mitos-mitos kedaerahan tanpa memperhatikan prinsip nasionalisme, meritokrasi dan keadilan sosial.2.Pluralisme versus rasismePluralisme menunjuk pada saling penghormatan antara berbagai kelompok dalam masyarakat dan penghormatan kaum mayoritas terhadap minoritas dan sebaliknya, yang memungkinkan mereka mengekspresikan kebudayaan mereka tanpa prasangka dan permusuhan.Ketimbang berupaya untuk mengeliminasi karakter etnis, pluralisme budaya berjuang untuk memelihara integritas budaya.Pluralisme menghindari penyeragaman.Karena, seperti kata Kleden (2000:5), penyeragaman adalah kekerasan terhadap perbedaan, pemerkosaan terhadap bakat dan terhadap potensi manusia".Sebaliknya, rasisme merupakan sebuah ideologi yang membenarkan dominasi satu kelompok ras tertentu terhadap kelompok lainnya.Rasisme sering diberi legitimasi oleh suatu klaim bahwa suatu ras minoritas secara genetik dan budaya lebih inferior dari ras yang dominan. Diskriminasi ras memiliki tiga tingkatan: individual, organisasional, dan struktural. Pada tingkat individu, diskriminasi ras berwujud sikap dan perilaku prasangka.Pada tingkat organisasi, diskriminasi ras terlihat manakala kebijakan, aturan dan perundang-undangan hanya menguntungkan kelompok tertentu saja.Secara struktural, diskriminasi ras dapat dilacak manakala satu lembaga sosial memberikan pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan terhadap lembaga lainnya.3.Elitisme dan communalismeElitisme merujuk pada pemujaan yang berlebihan terhadap strata atau kelas sosial berdasarkan kekayaan, kekuasaan dan prestise. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kelas sosial tinggi kemudian dianggap berhak menentukan potensi-potensi orang lain dalam menjangkau sumber-sumber atau mencapai kesempatan-kesempatan yang ada dalam masyarakat. Sementara itu komunalisme adalah perasaan superioritas yang berlebihan terhadap kelompoknya sendiri dan memandang kelompok lain sebagai lawan yang harus diwaspadai dan kalau perlu dibinasakan.2.3Ciri-Ciri Masyarakat MadaniHakekat manusia mempunyai kesamaan yang berupa kemanusiaannya.Kesamaan manusia memungkinkan tumbuhnya peradaban. Manusia dapat hidup karena mempertahankan eksistensinya sebagai mahkluk beradab dan bahkan berkembang membangun kehidupannya kearah yang lebih tinggi berkat kerja sama dengan manusia lain. Manusia tidak lepas dengan masyarakatnya ,karena dengan masyarakatnya akan manusia itu kearah yang lebih beradap.Agar manusia dapat berperan dan mempunyai pengetahuan yang sama dan adanya keterjalinan antara unsur unsur universal dan unsur unsur alternatif, yang berinteraksi satu dengan lainnya sehingga peradapan dapat berkembang dan selalu eksis. Disini diperlukan pula pengembangan identitas seseorang dalam lingkungan dan kebudayaannya.Manusia yang kehilangan identitas tidak mungkin dapat mengembangkan kemampuannya untuk memperkaya kebudayaannya. Dalam masyarakat Madani ada 2 komponen yang berkembang yaitu : individu sebagai pelaku dan masyarakat dan kedua pranata sosial yang menampung nilai nilai budaya yang akan mengatur tercapainya tujuan bersama.Terciptanya masyarakat madani dalam rangka kelangsungan hidup masyarakat,yang terdiri adanya hubungan antara individu dan negara yang secara adil dan beradab,dengan tatanan sosial yang egalitarian yang menentang di segala librium dan ketimpangan sosial.Bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan agamis/religius. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di Indonesia, maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga negara yang cerdas, demokratis, dan religius dengan bercirikan imtak, kritis argumentatif, dan kreatif, berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai dengan aturan, menerima semangat Bhineka Tunggal Ika, berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab, memilih calon pemimpin secara jujur dan adil, menyikapi mass media secara kritis dan objektif, berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis, berani dan mampu menjadi saksi, memiliki pengertian kesejagatan, mampu dan mau silih asah-asih-asuh antara sejawat, memahami daerah Indonesia saat ini, mengenal cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya.Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut:Free public sphere(ruang publik yang bebas), yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul, serta mempublikasikan informasikan kepada publik.Demokratisasi, yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi, kesetaraan, dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi:Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)Pers yang bebasSupremasi hukumPerguruan TinggiPartai politikToleransi, yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.Pluralisme, yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus, bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.Keadilan sosial (social justice), yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.Partisipasi sosial, yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa, intimidasi, ataupun intervensi penguasa/pihak lain, sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab.Supremasi hukum, yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. Keadilan harus diposisikan secara netral, artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali.Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia diantaranya:vKualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum meratavMasih rendahnya pendidikan politik masyarakatvKondisi ekonomi nasional yang belum stabil pasca krisis monetervTingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatasvPemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dalam jumlah yang besarvKondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi

Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman, pemberdayaan civil society perlu ditekankan, antara lain melalui peranannya sebagai berikut:1. Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan2. Sebagai advokasi bagi masyarakt yang teraniaya, tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran, kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain)3. Sebagai kontrol terhadap negara4. Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group)5. Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut, misalnya berupa perjanjian, koperasi, kalangan bisnis, Rukun Warga, Rukun Tetangga, dan bentuk organisasi-organsasi lainnya.MenurutBahmueller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat madani, diantaranya:vTerintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial. vMenyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.vDilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.vTerjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.vTumbuh kembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim-rejim totaliter.vMeluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.vAdanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif.Dari beberapa ciri tersebut, kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya, dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. Namun demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for granted.

2.4Tradisi Bangsa Di Tengah Era ModernisasiPepatah yang mengatakanbahwaorang lain tidak dapat mengetahui perasaan kitaternyata tidak selamanya benar. bertahun-tahun yang lalu mungkin dapat dikatakan tidak ada yang dapat membaca isi hati kita, secara teoritis. namun dengan hadirnya bermacam-macam produk teknologi informasi, sangat terlihat secara jelas pergeseran peradaban manusia. dengan adanya produk-produk teknologi informasi sepertigadgetmembuat semua orang dengan mudah untuk mendapat informasi dan dengan waktu yang relatif cepat. sehingga semakin jelas pula kemungkinan antar individu atau kelompok untuk saling mengirim dan menerima informasi.Jejaring sosial, atau lebih populer dikenal dengansocial networkyang saat ini sedang menjaditrendig topicatau topik yang sedang nge-trenbaik dikalangan orang dewasa, orang tua, bahkan anak-anak pun telah menjadi sebuah kebutuhan penting.dan memang hal ini adalah suatu bentuk akibat dari sebuah sebab. dan kini pun anak-anak lebih mengenal mainan bernamafacebook, twitterdan juga istilah-istilahdownload, upload,dll. sangat jauh berbeda dengan era 90-an, dimana mainan tradisional dan tembang-tembangdolananlebih digemari daripada mainan modern sepertihp, game online,dll.Konsep modernisasi jauh berbeda dengan konsep tradisional.misalnya pada alat-alat modern yang lebih dipentingkan adalah konsep cepat (instan) dan mudah. jika sampai kita terbiasa dengan pola instan dan mudah, maka akan sulit bagi untuk menikmati sebuah proses dan lebih sulit juga menghadapi kesulitan. sedangkan, pada konsep tradisional yang lebih dipentingkan adalah proses, dan kesederhanaan. sehingga jika sampai kita tanamkan nilai-nilai dalam konsep tradisional maka kita akan lebih nyaman dalam menjalankan sebuah proses, dan tentunya lebih sederhana dalam menyelesaikan sebuah kesulitan.Lantas siapakah yang harus berperan dalam menyikapi pergeseran kebudayaan yang sangat nyata ini.kekuatan pemerintah dan aktivis-aktivis budaya dalam pelestarian kebudayaan tradisional juga seperti kalah dengan segala macam produk kebudayaan modern yang lebih menggiurkan jika dibanding dengan kebudayaan tradisional yang katanya terkesanjadul.orang tua pun lebih banyak yang terseret arus modernisasi dengan dalih tak mau kalah dengan yang muda. dan golongan remaja juga lebih gemar menikmati masa mudanya dalam arus deras modernisasi. bahkan yang lebih mengesankan, anak-anak balita pun diajarkan oleh untuk mulai menggunakan produk-produk modernisasi. sehingga dari kecil mereka dididik untuk menggunakan yang lebih modern yang notabene lebih instan. jika sejak dini sudah ditanamkan pola hidup (lifestyle) yang sedemikian, maka tinggal menunggu apa yang akan terjadi nantinya.Tradisi merupakan gambaran sikap dan perilaku manusia yang telah berproses dalam waktu lama dan dilaksanakan secara turun-temurun dari nenek moyangkarena adanya penilaian bahwa cara-cara yang telah ada merupakan cara yang paling baikdan benar.Tradisi dipengaruhi oleh kecenderungan untuk berbuat sesuatu dan mengulang sesuatu sehingga menjadi kebiasaan.Pengertian tradisi menurut DenHann adalah suatu perilaku peradapan yang menyangkut seluruh kehidupan social,politik ekonomi dan teknik serta ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kegunaan praktis,berperilaku secara tturun temurun yang diikat oleh adanya hokum (norma) adat selalu dipertahankan.Folkways menjelaskan tradisi menurut pengertian adap adalah kebiasaan atau norma kesopanan dan hukum.Contoh :1.Orang muda lebih sopan berbicara dengan orang tua menunduk kepalanya2.Perilaku gotong royong,kuat karena masyarakat basis ekonominya agraris

Anak muda menguasai lagu lagu daerah1.Semboyan biar lambat asal selamat,berakibat kurang bekerja keras2.Pengabdian yang berdasar kultus individu.Modernisasi yaitu suatu bentuk upaya untuk mengubah masyarakat dan kebudayaannya menuju masyarakat budaya baru ,dari masyarakat tradisional.Proses perubahan ini sejalan dengan tehnologi dan ilmu pengetahuan.Modernisasijuga diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern.Pengertian modernisasi berdasar pendapat para ahli adalah sebagai berikut.Widjojo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan politis.Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social planning (dalam buku Sosiologi: suatu pengantar).Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern mencakup pengertian sebagai berikut.1.Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya tarat penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.2.Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam masyarakat.

SoerjonoSoekantomengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut :1.Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat.2.Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.3.Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.4.Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.5.Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.6.Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.Menurut Gyril Black modernisasi tidak terletak pada watakmasysrakat,tetapi pada watak perorangandan di tandai oleh tumbuh dan berkembangnya ilmu pengetahuan dengan baik,serta pemahaman manusia terhadap rahasia alam yang di aplikasikan dalam berbagai kegiatan manusia.Ciri ciri manusia modern :1. Bersedia menerima gangguan baru2. Terlibat dalam perencanaan dan organisasi moral3. Mampu meyakini kemampuan manusia,memperhitungkan keadaan4. Sadar akan harga diri dan harga diri orang lain5. Percaya diri pada ilmu pengetahuan dan tehnologi6. Yakin akan adanya keadilan yang bisa dirasakanSyarat modernisasi di antaranya :1. Cara berfikir ilmiah dan disiplin2. Sistim administrasi yang baik3. Sistim informasi yang teratur dan terpusat pada mendunia4. Sistem perencanaan sosial yang matang dan mantap.

2.5Problematika Peradaban dalam Kehidupan Manusia

Peradaban adalah sebuah istilahyangdigunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus, indah dan maju. Konsep kebudayaan adalah perkembagan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi,spiritualyang terlihat pada masyarakatnya. Kebudayaan bersifat dinamis. Oleh sebab itu ia dapat mengalami perubahan atau pergeseran. Faktor utama dalam perubahan ini adalah adanya globalisasi.Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar.Pengaruh GlobalisasiGlobalisasi sebagai fenomena abad sekarang memberi implikasi yang luas bagi semua bangsa dan masyarakat internasional. Dengan didukung teknologi komunikasi dan transportasi yang canggih, dampak globalisasi akan sangat luas dan kompleks. Akibatnya, akn mengubah pola pikir, sikap, dan tingkah laku manusia. Hal seperti ini kemungkinan dapat mengakubatkan perubahan aspek kehidupan yang lain, seperti hubungan kekeluargaan, kemasyarakatan, kebangsaan, atau secara umum berpengaruh pada sistem budaya bangsa.Globalisasi memberi pengaruh dalam berbagai kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan. Pengaruh globalisasi terhadap ideologi dan politik adalah akan semakin menguatnya pengaruh ideologi liberal dalam perpolitikan negara-negara berkembang yang ditandai menguatnya ide kebebaan dan demokrasi. Pengaruh globalisasi dibidang politik, antara lain membawa internasionalisasi dan penyebaran pemikiran serta nilai-nilai demokratis termasuk didalamnya hak asasi manusia.Pengaruh globalisasi terhadap ekonomi antara lain menguatnya kapitalisme dan pasar bebas. Hal ini ditunjukkan dengan semakin tumbuhnya perusahaan-perusahaan transnasional yang beroperasi tanp mengenal batas-batas negara. Kapitalisme juga menuntut adanya ekonomi pasar yang lebih bebas untuk mempertinggi asas manfaat, kewiraswastaan, akumulasi modal, membuat keuntungan, serta manajemen yang rasional.Pengaruh globalisasi terhadap sosila budaya akan masuknya nilai-nilai dari peradaban lain. Hal ini berakibat timbulnya erosi nilai-nilai sosial budaya suatu bangsa yang menjadi jati dirinya. Pengaruh ini semakin lancar dengan pesatnya media informasi dan komunikasi, seperti televisi, komputer, satelit, internet, dan sebagainya.Globalisasi juga memeberikan dampak terhadap pertahanan dan keamanan negara. Menyebarnya perdagangan dan industri di seluruh dunia akan meningkatkan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan dan dapat mengganggu keamanan bangsa.Problematika peradaban di Indonesia yang timbul akibat globalisasi diantaranya dapat dilihat dalam bidang bahasa, kesenian, juga yang terpenting- kehidupan sosial. Akibat perkembangan teknologi yang begitu pesat, terjadi transkultur dalam kesenian tradisional Indonesia. Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan televisi,masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi.Hal ini menyebabkan terpinggirkannya kesenian asli Indonesia. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik.. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami mati suri. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi.Kehidupan sosial juga merupakan salah satu unsur pembentuk peradaban yang banyak dipengaruhi oleh globalisasi. Dimensi nilai dalam kehidupan yang sebelumnya berdasarkan pada konsep kolektifisme kini berubah menjadi individualisme. Manusia tidak lagi merasa senasib, sepenanggungan dengan manusia lainnya (seperti pada zaman perjuangan) dikarenakan perkembangan teknologi dan informasi menuntut mereka untuk saling berkompetisi dalam memenuhi kebutuhan hidup yang semakin mendesak. Hal ini juga berdampak pada berkurangnya kontak sosial antara sesama manusia dalam konteks hubungan kemasyarakatan.Contoh lain adalah kenyataan bahwa kebutuhan ekonomi semakin meningkat, atau dengan kata lain masyarakat menjadi lebih konsumtif dan cenderung memiliki gaya hidup hedonis yang lebih suka bersenang-senang.Problematika peradaban yang penting lainnya adalah adanya kemungkinan punahnya suatu bahasa di daerah tertentu disebabkan penutur bahasanya telah terkontaminasi oleh pengaruh globalisasi. Contoh kasusnya ialah seperti yang terjadi di Sumatera Barat. Di daerah ini sering kali kita temukan percampuran bahasa (code mixing) yang biasanya dituturkan oleh anak muda di Sumater Barat, seperti pencampuran Bahasa Betawi dan Minang dalam percakapan sehari-hari (kama lu?, gak tau gua do,dan lain-lain). Hal ini jelas mengancam eksistensi bahasa di suatu daerah.

BAB IIIPENUTUP3.1SimpulanIstilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization.Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan.Adab adalah kata asal dari peradaban yang artinya akhlak, kesopanan, moral, dan kehalusan budi, budi luhur, manusia beradap yaitu manusia yang memiliki akhlak yang mulia yang berbudi pekerti luhur, memiliki moral yang tinggi dan kebalikannya adalah manusia yang biadab. Manusia yang tidak bermoral, kejam keji berperilaku kasar dan tidak berbudi pekerti, jahat. beradab adalah merupakan konsep-konsep norma-norma tertentu berupa perilaku wajar, diterima oleg masyarakat luas, yang dibutuhkan tata kehidupan yang aman tentram dan damai.Tinggirendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor:1.Pendidikan2.Kemajuan teknologi dan Ilmu pengetahuanPeradaban dapat berwujud sebagai berikut:1.Wujud Peradaban Moral2.Wujud Peradaban NormaMasyarakat madani adalah masyarakat yang berbudaya, maju dan modern, setiap warganya menyadari dan mengetahui hak-hak dan kewajibannya terhadap negara, bangsa dan agama serta terhadap sesama, dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Pengertian masyarakat madani sudah diperbincangkan sejak tahun 1990-an di kalangan kaum intelektual. Istilah masyarakat madani adalah terjemahan dari kata civil society, seperti masyarakat sipil, masyarakat kewargaan, dan masyarakat warga.Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut:Free public sphereDemokratisasi,Toleransi,Pluralisme,Keadilan sosial (social justice),Partisipasi sosial,Supremasi hukum,Konsep modernisasi jauh berbeda dengan konsep tradisional.misalnya pada alat-alat modern yang lebih dipentingkan adalah konsep cepat (instan) dan mudah. jika sampai kita terbiasa dengan pola instan dan mudah, maka akan sulit bagi untuk menikmati sebuah proses dan lebih sulit juga menghadapi kesulitan. sedangkan, pada konsep tradisional yang lebih dipentingkan adalah proses, dan kesederhanaan. sehingga jika sampai kita tanamkan nilai-nilai dalam konsep tradisional maka kita akan lebih nyaman dalam menjalankan sebuah proses, dan tentunya lebih sederhana dalam menyelesaikan sebuah kesulitan.Globalisasi sebagai fenomena abad sekarang memberi implikasi yang luas bagi semua bangsa dan masyarakat internasional. Dengan didukung teknologi komunikasi dan transportasi yang canggih, dampak globalisasi akan sangat luas dan kompleks. Akibatnya, akn mengubah pola pikir, sikap, dan tingkah laku manusia. Hal seperti ini kemungkinan dapat mengakubatkan perubahan aspek kehidupan yang lain, seperti hubungan kekeluargaan, kemasyarakatan, kebangsaan, atau secara umum berpengaruh pada sistem budaya bangsa. Globalisasi memberi pengaruh dalam berbagai kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan. Pengaruh globalisasi terhadap ideologi dan politik adalah akan semakin menguatnya pengaruh ideologi liberal dalam perpolitikan negara-negara berkembang yang ditandai menguatnya ide kebebaan dan demokrasi. Pengaruh globalisasi dibidang politik, antara lain membawa internasionalisasi dan penyebaran pemikiran serta nilai-nilai demokratis termasuk didalamnya hak asasi manusia.3.2 SaranDisarankan kepada mahasiswa agar hendaknya menjadi mahasiswa yang beradab yang dapat mengatasi problematika-problematika peradaban. Dan apabila terjun ke masyrakat nanti, menjadi bagian dari masyarakat yang madani.