s a p terapi aktivitas kelompok

Download s a p Terapi Aktivitas Kelompok

Post on 11-Oct-2015

111 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

asli

TRANSCRIPT

SATUAN ACARA PENYULUYHANTERAPI AKTIVITAS KELOMPOKTopik :Perilaku Kekerasan

Terapis:Mahasiswa

Sasaran:klien

Tempat:Ruang

Waktu:1 X 45 menit

Kriteria Pasien : Klien yang tidak terlalu gelisah. klien yang bisa kooperatif dan tidak mengganggu berlangsungnya Terapi Aktifitas Kelompok Klien tindak kekerasan yang sudah sampai tahap mampu berinteraksi dalam kelompok kecil Klien tenang dan kooperatif Kondisi fisik dalam keadaan baik Mau mengikuti kegiatan terapi aktivitas Klien yang dapat memegang alat tulis Klien yang panca inderanya masih memungkinkan Leader : Bertugas : Katalisator, yaitu mempermudah komunikasi dan interaksi dengan jalan menciptakan situasi dan suasana yang memungkinkan klien termotivasi untuk mengekspresikan perasaannya Auxilery Ego, sebagai penopang bagi anggota yang terlalu lemah atau mendominasi Koordinator, Mengarahkan proses kegiatan kearah pencapaian tujuan dengan cara memberi motivasi kepada anggota untuk terlibat dalam kegiatan Co Leader : Bertugas : Mendampingi leader jika terjadi blocking Mengkoreksi dan mengingatkan leader jika terjadi kesalahan Bersama leader memecahkan penyelesaian masalah Observer : Bertugas : Mengobservasi persiapan dan pelaksanaan TAK dari awal sampai akhir Mencatat semua aktivitas dalam terapi aktivitas kelompok Mengobservasi perilaku pasien Bertugas : Membantu klien meluruskan dan menjelaskan tugas yang harus dilakukan Mendampingi peserta TAK Memotivasi klien untuk aktif dalam kelompok Menjadi contoh bagi klien selama kegiatanOperator : Bertugas : Mengatur sound,musikPendamping pasien :Bertugas : Mendampingi pasien dalam pelaksanaan TAK Mengingatkan pasien tentang aturan permainan Mengikuti jalannya TAKAnggota /Klien :Bertugas : Menjalankan dan mengikuti kegiatan terapiUraian Seleksi Kelompok :a. Hari/Tanggal : , Juli 2014b. Tempat pertemuan : Ruang c. Waktu : 09.00 s/d selesaid. Lamanya : 45 menite. Kegiatan : Terapi Aktivitas Kelompok Perilaku kekerasanf. Jumlah Anggota : ...Orang g. Jenis TAK : Perilaku kekerasan

SATUAN ACARA PENYULUYHANTAK STIMULASI PERSEPSI : PERILAKU KEKERASANSesi 1 : Mengenal Perilaku Kekerasan Yang Biasa Dilakukana. Tujuan1. Klien dapat menyebutkan stimulus penyebab kemarahan.2. Klien dapat menyebutkan respon yang dirasakan saat marah (tanda dan gejala marah )3. Klien dapat menyebutkan reaksi yang dilakukan saat marah (perilaku kekerasan )4. Klien dapat menyebutkan akibat perilaku kekerasan.5. Klien dapat mempraktekkan cara mengontrol perilaku kekerasan dengan cara fisik(dengan latihan nafas dalam)b. Setting1. Terapis dan klien duduk bersama 2. Ruangan nyaman dan tenang.c. Alat : kertas, spidol, buku catatan dan pulpen, jadwal kegiatan klien. bolad. Metode : Dinamika kelompok, Diskusi dan tanya jawab, Permainane. Langkah Kegiatan1. Persiapana) Memilih klien perilaku kekerasan yang sudah kooperatifb) Membuat kontrak dengan klienc) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan2. Orientasia) Salam terapeutik1) Salam dari terapis kepada klien.2) Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama )3) Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama)b) Evaluasi validasi1) Menanyakan perasaan klien saat ini2) Menanyakan masalah yang dirasakan.c) Kontrak1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mengenalkan kelompok, harus minta izin pada terapis.2) Menjelaskan aturan main berikut. Jika klien ada yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin pada terapis. Lama kegiatan 45 menit. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.3. Tahap kerjaLeader membacakan aturan permainan :a. Salah satu peserta TAK memegang bola, sambil operator memainkan musik.b. Bila musik berhenti, dan ada salah satu peserta TAK yang memegang bola berarti, ia harus menyebutkan penyebab perilaku kekerasan, tanda gejala yang dirasakan, perilaku kekerasan yang pernah dilakukan, akibat, serta mempraktekkan cara mengontrol PK dengan latihan fisik (cara nafas dalam)1) Permainan dimulai. Sampai ditemukan peserta yang tetap berjoget saat musik berhenti. 2) Klien dan terapis mendiskusikan penyebab masalah perilaku kekerasan1) Tanyakan pengalaman tiap klien2) Tulis di kertas3) Mendiskusikan tanda dan gejala yang dirasakan klien saat terpapar oleh penyebab marah sebelum perilaku kekerasan terjadi.1) Tanyakan perasaan tiap klien saat terpapar oleh penyebab (tanda dan gejala)2) Tulis di kertas4) Mendiskusikan perilaku kekerasan yang pernah dilakukan klien (verbal, merusak lingkungan, mencederai, memukul, orang lain, dan memukul diri sendiri)1) Tanyakan perilaku yang dilakukan saat marah2) Tulis di kertas5) Mendiskusiksan dampak/akibat perilaku kekerasan.a) Tanyakan akibat perilaku kekerasan.b) Tulis di papan tulis di kertas6) Meminta pasien mempraktekkan cara mengontrol perilaku kekerasan dengan cara fisik (latihan nafas dalam)7) Menanyakan perasaan klien setelah selesai bermain paran/stimulasi.8) Memberikan reinforcement pada peran serta klien. 9) Dalam menjalankan kegiatan TAK upayakan semua klien terlibat.10) Observer memberi kesimpulan/evaluasi tentang jalannya TAK, mengenai jawaban klien tentang penyebab, tanda dan gejala, perilaku kekerasan, dan akibat perilaku kekerasan. Selanjutnya observer memberikan pujian atas peran serta klien dalam pelaksanaan TAK serta memberi motivasi pada klien untuk meningkatkan kemampuannya dalam berlatih cara mengontrol perilaku kemarahan. 11) Menanyakan kesediaan klien untuk mempelajari cara baru yang sehat menghadapi kemarahan.4. Tahap Terminasia. Evaluasi1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.2) Memberikan reinformennt positif terhadap perilaku klien positif.b. Tindak Lanjut1) Menganjurkan klien menilai dan mengevaluasi jika terjadi penyebab marah, yaitu tanda dan gejala, perilaku kekerasan yang terjadi, serta akibat perilaku kekerasan.2) Menganjurkan klien mengingat penyebab, tanda dan gejala, perilaku kekerasan dan akibat yang belum diceritakan.c. Kontrak yang akan datang1. Menyepakati belajar cara baru yang sehat untuk mencegah perilaku kekerasan.2. Menyepakati waktu dan tempat TAK berikutnya.f. EvaluasiEvaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung khususnya pada tahap kerja.Aspek yang dievaluasi adalah kemempuan klien dengan tujuan TAK.Untuk TAK stimulasi persepsi perilaku kekerasan Sesi 1, kemampuan yang diharapkan adalah mengetahui perilaku, mengenal tanda dan gejala, perilaku kekerasan yang dilakukan dan akibat perilaku kekerasan.Formulir evaluasi sebagai berikut :Sesi 1 TAKStimilasi Persepsi Perilaku KekerasanMengenal Perilaku Kekerasan Yang Biasa DilakukanNo.Nama klienPenyebab PKMemberi Tanggapan Tentang

Tanda & gejala PKPerilaku kekerasanAkibat PKMempraktekkan cara mengontrol PK dengan nafas dalam

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Petunjuk :1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.2. Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan mengetahui penyebab perilaku kekerasan, tanda dan gejala yang dirasakan, perilaku kekerasan yang dilakukan dan akibat perilaku kekerasan, serta mempraktekkan cara mengontrol perilaku kekerasan dengan nafas dalam. Beri tanda jika mampu dan beri tanda x jika tidak mampu.g. DokumentasiDokumentasikan kemempuyan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses keperawatan tiap klien.Contoh: Klien mengikuti Sesi 1, TAK stimulus persepsi perilaku kekerasan.Klien mampu menyebutkan penyebab perilaku kekerasannya( disalahkan dan tidak diberi uang), mengenal tanda dan gejala yang dirasakan (gregeten dan deg-degan), perilaku kekerasan yang dilakukan (memukul meja), akibat yang dirasakan (tangan sakit dan dibawa ke rumah sakit jiwa), dan cara mengontrol perilaku kekerasan dengan latihan tarik nafas dalam. Anjurkan klien mengingat dan menyampaikan jika semua dirasakan selama di rumah sakit.Sesi 2: Mencegah Perilaku Kekerasan dengan cara melakukan kegiatan Fisika. Tujuan1. Klien dapat menyebutkan kegiatan fisik yang dilakukan klien.2. Klien dapat menyebutkan kegiatan fisik yang dapat mencegah perilaku kekerasan3. Klien dapat mendemontrasikan dua kegiatan fisik yang dapat mencegah perilaku kekerasan.b. Settinga) Terapis dan klien duduk bersama membentuk segi empat b) Ruangan nyaman dan tenang.c. Alat : bantal, sound musik, papan tulis, buku catatan dan pulpen, jadwal kegiatan kliend. Metode : dinamika kelompok, diskusi dan tanya jawab, permainane. Langkah kegiatan 1. Persiapan a) Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah ikut Sesi 1b) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan2. Orientasia) Salam terapeutik1) Salam dari terapis kepada klien.2) Klien dan terapis pakai papan nama b) Evaluasi validasi1) Menanyakan perasaan klien saat ini2) Menanyakan apakah ada kejadian perilaku kekerasan: penyebab; tanda dan gejala; perilaku kekerasan serta akibatnya.c) Kontrak1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu cara fisik untuk mencegah perilaku kekerasan2) Menjelaskan aturan main berikut. Klien Bersedia mengikuti TAK Berpakaian rapi dan bersih Peserta tidak doperbolehkan makan,minum atau merokok selama pelaksanaan TAK Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada terapi Lama kegiatan 45 menit Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir3. Tahap kerjaMelakukan pemilihan peserta yang akan di lakukan tahap kerja dengan permainan sederhana yaitu diputarkan musik,kemudian klien memutar bola yang di pegang,bila musik di hentikan dan ada peserta TAK yang masih memegang bola berarti dia adalah peserta yang terpilih untuk dilakukan tahap kerja selanjutnya.a) Mendiskusikan kegiatan fisik yang biasanya dilakukan oleh klien.1) Tanyakan kegiatan: rumah tangga, harian, dan olah raga yang biasa silakukan oleh klien.2) Tulis dipapan tulis/flipchart/whiteboardb) Menjelaskan kegiatan fisik yang dapat digunakan untuk menyalurkan kemarahan secara sehat: tarik napas dalam, menjemur/memukul kasur/bantal, menyikat kamar mandi, main bola,senam, memukul gendang.